Selasa, 16 Desember 2014

EKSPORT TEH TERUS MENURUN

Eksport teh terus menurun,begitu berita yang saya baca diharian TRIBUN JABAR tanggal 6 Agustus 2014.
Berita itu cukup menggelitik hati saya ingin tahu apa penyebabnya sampai bisa demikian. Ada apa? Ada apa yang salah?Ada apa2???Mengapa?Mengapa????.Bagaimana tidak menimbulkan kepanasaran sebagian besar hidupku bergaul dengan teh, hampir 36 tahun aku bergaul dengan teh dan sekarang sudah 18 tahun dunia teh kutinggalkan, jadi berita tersebut cukup menggoda dan menggelitik.
Dalam berita itu tertulis: masa kejayaan teh Indonesia memudar. Sepanjang tiga tahun terachir produksi dan eksport teh mulai menurun. Kata Direktur Tanaman Rempah dan Penyegar Kementrian Pertanian: Produksi  teh yang terus turun, karena kwalitas teh lokal yang kurang dapat bersaing dengan import teh,selain juga karena selera orang Indonesia sepertinya lebih menyukai teh import.Keadaan ini sama seperti yang dilaporkan oleh Dewan Teh Indonesia. Yang sangat mencengangkan,bahwa Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri(?) mengimport dari Vietnam .Pertanyaannya mengapa,kenapa ada apa lagi?
Tapi aku bukan yang berwenang memberikan komentar ataupun saran, hanya cerita pengalaman bekerja di perkebunan teh. Gara2 konflik Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Belanda, maka pada tahun 1955/1956 Pemerintah Indonesia mengambilalaih semua Perusahan Belanda melalui Badan Nasionalisasi/Banas.Orang2 Belanda pada hengkang ada yang ke Afrika, ke Sri Lanka atau pulang kandang ke Belanda. Untuk mengisi kekosongan sfaf2 Belanda, maka staf2 pribumi yang ada dipromosikan untuk menjabat jabatan yang lebih tinggi. Mereka mampu karena dari mulai awal bekerja sudah dengan Belanda, hanya saja kedudukannya lebih rendah. Untuk memenuhi kebutuhan staf Perkebunan, maka Kementrian Pertanian mengadakan kursus .Hanya ada 2 angkatan yaitu angkatan 1957 dan 1958 . Kursus tersebut adalah KURSUS KILAT EMPLOYE PERKEBUNAN/KKEP. Sayangnya hanya sampai angkatan ke 2, sedangkan setelah tahun 1958 yang mau bekerja di Perkebunan adalah mereka yang terpanggil untuk bekerja disektor Perkebunan  Termasuk aku bekereja di Perkebunan berkat obsesi kedua orang tuaku yang menginginkan anaknya bekerja disektor pertanian/perkebunan/kehutanan. Awal2nya memang berat bekerja di Perkebunan selain tempatnya yang terpencil jauh diatas gunung, apalagi pendidikanku tidak menunjang, tapi alhamdulillah dengan sabarnya para seniorku mendidikku dengan motto mereka kepada yunior dan kepada seluruh karyawannya "bertindak tegas berlaku adil". Tahun2 pertama memang aku digenjot dengan segala ilmu yang mereka ketahui kepada yunior2nya. Bisa mengikutinya melaksanakan tugas2 pekerjaan dengan benar, maka mereka langgeng bekerja sampai dengan pensiun. Karena tidak sedikit para calon karyawan staf yang tidak tahan dengan kondisi di perkebunan, meraka hanya tahan beberapa bulan sudah keluar. Karena baru diambil alih untuk menjaga hal2 yang tidak diinginkan terutama bidang keamanannya,maka ditiap Perkebunan ditempatkan Perwira Pengawas dari TNI, termasuk di Kantor Pusat atau Direksi. Para seniorku adalah para staf yang diserahi untuk mengelola paerkebunan, setelah ditinggalkan oleh Belanda. Merekapun tertantang untuk membuktikan,bahwa tanpa orang Belandapun mampu mengelola Perkebunan.Mereka tertantang dengan ucapan para Belanda tersebut sebelum pergi meninggalkan Indonesia, tunggu saja tidak sampai 5 tahun Perkebunanl akan hancur. Untuk menjawab tangtangan tsb.para senior kami ini mendidik kami cara bekerja yang benar.Cara memelihara tanaman teh, cara memetik teh,cara merabuk,cara memangkas, cara mengolah dan seribu satu cara lagi agar berhasil dengan baik.Tantangan tsb. dijawab juga dengan pembukaan Pabrik Teh  di Perkebunan Papandayan dengan prasastri yang bebrunyi antaranlain ........dari tempat yang sunyi ini kita jawab tantangan mereka dengan pembukaan Pabrik Teh Baru. Pembukaan pabrik baru di Perk.Papandayan ini oleh Menteri Perkebunnnan. Dengan dibukanya Pabrik baru ini membuktikan, bahwa teh Indonesia masih ada  tidak hancur seperti mereka bayangkan dan berarti teh Indonesia masih diperhitungkan di Pasaran Dunia. Memang awal2nya banyak tantangan yang dihadapi pada waktu itu. Dari segi keamanan......DI/TII merajalela didaerah Perkebunan, karena sumber Dana sudah pada ngacir ke Belanda,makanya terus mengganggu Perkebunan.Untungnya kita punya ABRI punya Polisi dan yang tak kalah pentinya peranan masyarakat semuanya dengan program Pager Betis bersama ABRI, sehingga DI/TII tak berdaya apalagi sudah tertangkapnya Kartosuwiryo.
Pada waktu itu pada masa Belanda Produksi per ha  1000  hkg sudah hebat, pada waktu sekarang mah produksi per Ha 1000 kg sudah harus di replanting. l kg sama dengan 2 hkg/ponds.Kenapa bisa terjadi b egini? Yang secara kasat mata saja bis dilihat pada waktu dulu sebelum diambil alaih kalau kita ke Perkebunan Teh maka akan terlihat tanaman teh akan membentuk kerucut bisa mencapai ketinggian lebih dari 2 meter, sehingga sulit untuk dipetik,tapi tanamannya sehat, sehingga produksi yang dicapai hanya seddikit. Juga disebabkan populasi tanamn per hanya hanya 7.000  -  8.000 pohon per ha. Tapi sekarang populasi tanamannya 12.000 - 12.500 pohon per Ha dan cara pemetikannya dengan giliran 7 sampai 10 hari, Slope of plucking harus dipertahankan, pucuk yang nongol diatas slope of plucking harus dipetik, akibatnya bidang petikan bisa dipertahankan produksi yang didapat lebih besar diimbangi dengan pemupukan yang tepat waktu tepat dosis.Prinsipnya kita hidup dari tanaman teh jadi jangan dilupakan pemupukan dan pemeliharaan.Jangan pucuknya diambil dipupuk tidak. Licik ini mah. Yakin tidak akan bertahan lama bila pucuknya diambil tidak dipelihara tidak dirabuk  jangan harap produksi berlimpah kwalitas pucuk baik. Bisa2 perusahaan bangkrut. Yang paling berat menghadapi pemasaran. Produksi teh kita 90 % dieksport.Pada masa2 ambil alih pemasaran teh jadi sasaran dengan berbagai alasan........kwalitasnya jelek,transportasinya jauh dibandingkan dengan dari Kenya, India atau Sri Langka,sehingga produksi teh menumpuk tidak dibeli. Seakan-akan kita sisabotage baik oleh pembeli, maupun para produsen teh diluar Indonesia. Mengapa tidak mereka cs nya Belanda. Benar2 kita kesulitan untuk memasarkan teh kita, produksi menumpuk, walaupun dibeli dengan jumlah yang sangat kecil dengan harga murah.Adalah tugas dari Direksi,Pemasaran dan Pemerintah kita untuk meloby pembeli2 dan meyakinkan pembeli bahwa teh kita kwalitasnya sudah lebih baik dari yang dulu2. Demi kelancran dan kelangsungan Perkebunan tidak jarang pembeli ambil dulu barang, bayar kemudian. Achirnya dengan keberhasilan meloby pembeli,pemerintahan negara pembeli teh kita mulai disegani di Dunia teh. Teh Indonesia punya nama. Tapi bukan berarti tantangan sudah tidak ada. Dengan terbukanya investasi di bidang perindustrian dengan dibukanya pabrik2 textil,pabrik minuman jadi dan lain2nya, terjadi persaingan tenaga kerja. Tenaga 2 muda lebih senang bekerja di Pabrik dari pada di Prkebunan, sehingga tenaga yang tersisa di Perkebunan adalah tenaga2 tua. Untuk menutupi kekurangan tenaga kerja diimbangi dengan mekanisasi. Pekerjaan2 yang bisa dengan mekanisasi secara bertahap dilaksanakan seperti di pemetikan dengan menggunakan gunting pucuk dan didalam pemeliharaan kebun menggunakan herbicida. Tantangan lainnya adalah produksi minuman jadi/teh botol. Sekarang menjamur minuman dalam botol/kaleng.Sedikit terlambat dimana minuman dalam kaleng sudah banyak yang dibuat,baru mucul WALINI. Tidak terlambat masih bisa bersaing. Selain itu dahulu pabrik2 yang membuat teh botol membeli teh dari Perkebunan, tapi sekarang mereka mempunyai Perkebunan Teh senndiri. Berita menggembirakan pada awal Desember 2014 teh kita telah dibeli oleh Pengusaha Malaysia sampai produksi Maret 2015. Mudah2an dengan kabar gembira ini akan menggembirakan pula tentunya bagi karywan perkebunan itu sendiri dengan naik gaji/upah dan fasilatas lainnya dan kami para pensiunan akan memantau kalau2 ada lebihnya bagi para pensiun. Teu enak achirnya. Selamat, semoga Perkebunan kita berbicara terus didunia teh. Amin.




 

Kamis, 31 Juli 2014

MINAL AIDIN WAL FAIZIN

Tidak terasa bulan Ramadhan telah berlalu. Sebulan tidak terasa, padahal penuh dengan tantanagan dan godaan. Sebulan menahan lapar dan dahaga. Malam diisi dengan taraweh dan tadarusan. Alhamdulillah semua itu bisa dilalui. Penilaiannya saya serahkan kepada Allah swt, Allah yang maha tahu, yang pengasih dan penyayang dan maha pengampun akan segala dosa2 yang saya perbuat. Kepada teman2,saudara dan yang terlibat dalam tulisan yang pernah saya buat mohon maaf yang sebesar-besarnya mungkin saja dalam tulisan saya ada yang tidak menyenangkan.Mari hari2 kedepan kita isi dengan hasil kita berpuasa .

Kamis, 10 Juli 2014

HARI ULANG TAHUN

Astagfirullah hilazim. Kalau saja tidak diingatkan oleh mantu2 dan anak2ku hampir saja lupa, bahwa bulan Juli adalah bulan bermakna bagiku. Kalau saja mantuku tidak ngirim sms pasti aku lupa bahwa hari itu , tanggal tsb. hari ulang tahunku.Terima kasih. Memang tanggal 2 juli adalah tanggal  kelahiranku menurut catatan ayahku alm.tapi yang penting lagi adalah tanggal 6 Juli, karena pada tanggal tsb.secara resmi aku menyunting  yang sekarang menjadi nenek cucu2ku. Tak kalah berartinya pada bulan Juli aku dapat SK resmi diangkat menjadi pegawai Perkebunan  setelah melalui masa percobaan selama 6 bulan. Lumayan dapat rapel. Hitung2 ternyata umurku telah mencapai umur 37  eh terbalik, dan masa pernikahanku telah mencapai 45 tahun dan umur pensiunku sudah 17 tahun, dipensiun juga pada bulan Juli. Melihat jumlah umurku peecaya tidak percaya ko sampai juga ke angka 7,padahal ayahku hanya sampai ke angka 56, adik2ku 2 orang sampai kepala 6, sedangkan kakaku 2 orang juga sampai kepala 7, memang ibuku sampai kepala 8. Terima kasih ya Allah,Engkau masih menyayangiku memberi kesempayan untuk aku bertobat. Terlalu banyak dosa2 yang aku perbuat tanpa aku sadari. Tapi walaupun demikian aku telah siap kapan Engkau akan menjemputku, awal2 aku telah mendaftar namaku telah engkau catat tinggal menunggu giliran, tapi kalau anda-anda mau lebih dahulu dengan senang hati aku merelakan. Aya2 bae. Teman2ku yang masih hidup banyak yang bertanya apa resepnya bisa panjang umur dan,,,,,,,sehat.Alhamdulillah. Apa ya   resepnya? Entahlah aku tak punya resep atau jampe panjang umur, walaupun punya mungkin tidak akan kataekan. Sombong. Tapi yang jelas aku tidak pernah ngagugulung masalah dan yang penting mensykuri hidup ini, syukuri rizki yang aku terima saat ini. Dimarahi atasan aku masih bisa menikmati musik. Keuheul ka anak buah atau temen aku masih bisa tertawa dan dengarkan musik.Tidak punya tanah 1 ha, tidak punya kolam 5.000 m2, tidak punya mobil 4 buah, tidak punya simpanan 1 M......... tidak masalah. Demikian pula tidak punya beras 1 ton, tidak punya sapi, ayam, domba, makan apa adanya, bertahun-tahun tidak nambah pendapatan bagiku tidak jadi masalah, karena yang pusing adalah isteri tersayangku. Hahaha.
Dari hasil pernikahanku selama 45 tahun, alhamdulillah telah dikurniai 4 putra. Sicikal Bar masih pdkt cari pasangan hidup, nomor dua Garry sedang menunggui Gita menunggu kelahiran putra pertamanya,yang nomor 3 Garti, momong dan menjaga anaknya yang cantik dan lucu, Aya dan Nasywa karena bapaknya Aya dan Nasywa mah bang Toyib, sedangkan si bungsu Bop dari Endah isterinya dikarunia sementara 2 putra yang lucu2 dan pinter2 Nabil dan Arik. Jadi nanti mah kalau bertemu saya yang ditanyakan itu sudah bertambah berapa cucunya. Jangan salah ya!
Walaupun demikian aku ada permintaan kepada yang maha pencipta,yang maha pengasih dan penyayang, kalaupun aku dipanggilmu menghadapmu aku ingin anaku yang bungsu Bop sudah menduduki jabatan minimal seperti aku dulu atau nungkulan cucuku yang perempuan menikah atau cucu laki2ku dikhitanan atau aku telah merayakan ulang tahun perkawinanku yang ke 50. Tapi tetap aku dan isteriku diberi kesehatan.
Usia pernikahan 45 tahun bukan waktu yang sekejap. 45 tahun penuh dengan suka ,duka,problema kehidupan, tapi kami jalani dengan penuh kegembiraan. Apakah tidak punya masalah???BANYAK! Masa dalam kehidupan berumah tangga tidak ada permasalahan. Bohong kalau selama berumah tangga tidak punya permasalahan, yang penting, bagaimana kita menyikapinya, selesaikan  dengan pemikiran tidak dengan emosi. Guruilah kedua orang tua kita.Yang baik tirulah, telandanilah, yang kurang baik  tidak usah ditiru.
Alhamdulillah diluar perkiraanku mantuku Endah dan Bop mengundang untuk merayakan 45 tahun perkawinanku dengan buka b ersama di Hotel Aston Braga. Terima kasih, semoga diulang tahun ke 5o perkawinan aku masih ada.












Jumat, 15 November 2013

PINDAH KE PERKEBUNAN DAYEUHMANGGUNG GARUT


Gara2 longsor di Perkebunan Pasir Yunghuhn dan Pabrik Teh ditutup, maka aku dimutasikan ke Perkebunan Dayeuhmanggung.Tadinya penuh harapan karena diangkat jadi Kepala Pabrik karirku akan mulus, tapi kenyataannya aku kembali ke jabatanku sebelumnya jadi Kepala Bagian Kebun. Kasihan de lu! Tanpa aku bertanya kepada atasanku, kenapa aku dimutasikan,maka sebagai karyawan yang loyal kepada perusahaan aku jalani mutasi itu, jadilah aku penghuni Perkebunan Dayeuh manggung. Dimana Perkebunan Dayeuh manggung itu? Dari kota Garut menuju jurusan Tasik,setelah lewat Cilawu dan sebelum Bojongloa belok ke sebelah kanan menuju kaki gunung Cikuray disanalah Perkebunan Dayeuh manggung kurang lebih 12 km. Terdiri dari 4 Bagian Kebun , yang terjauh adalah Kebun Cihurang kurang lebih 10 km dari Emplasemen Pabrik dan yang terdekat Bagian Kebun Tengah, sekitar Emplasemen yang lainnya adalah Bagian Pasirwaru dan Nyampay. Seebelum benar2 pindah tempat,maka aku meninjau dulu sambil sekalian lapor kepada Administratur Perkebunan Dayeuhmanggung. Setelah diterima oleh Administratur Perkebunan Dayeuh manggung aku ditempatkan di afdeling Cihurang afdeling yang terjauh disebelah timur kaki Gunung Cikuray. Pada wktu melapor aku diantar oleh pak Arka Art. wakil Administratur Perk. Pasir Yunghuhn. Aku tidak dengan isteri jadi hanya berdua dan ketiga sopir. Kesempatan ini digunakan untuk meninjau afdeling yang akan aku tempati termasuk rumah yang akan ditempati. Dari Pabrik menuju keselatan menuju kaki gunung Cikuray sebelah timur.Sepanjang jalan yang dilalui hanya tanaman teh melulu, sekalikali jurang dengan hutan2 nya, maklum kaki gunung Cikuray. Sampailah ke Emplasemen Cihurang. Karena sudah sore hari dan kabut sudah turun aku tidak lama ada di Emlasemen Cihurang. Ceritanya Emlasemen, tapi hanya ada beberapa rumah karyawan, kantor Afedeling, Penitipan Bayi. Belum ada rumah untuk Staf pada waktu itu, jadi saya
menghuni rumah bedeng untuk dua keluarga dijadikan satu rumah dan  belum ada penerangan listrik.
Pada bulan Agustus 1970 jadilah aku warga Perk. Dayeuhmanggung.Aku, isteri dan anakku yang pertama yang baru berumur  4 bulan menghuni Cihurang. Yang biasa bergelimang dengan cahaya listrik, maka di Cihurang cukup dengan cahaya Petromax. Alhamdulillah.
Di Perkebunan Dayeuhmanggung aku bersama lagi dengan teman 2 waktu di Pangalengan seperti Adang Abdurachman, teman waktu sama2 di Perk. Malabar dan sama2 di SMEA Tasikmalaya, Yos Budiman, Ilin Djafar sama2 waktu di Malabar,Maman Sopandi waktu di Perk. Pasir Yunghuhn. Staf2 yang lainnya N.P.Suryana, Ateng,Yana S Prihatna,U.Suherman, Kemon Sujadi, Atang Alamsyah, Dindin Syamsudin, maaf kalau ada yang tidak kesebut, maklum tos lami teuing. Dan Administraturnya adalah Pak Ezrin Mansur.
Dari afdeling Cihurang aku dipindahkan ke afdeling Nyampay. Kalau di Cihurang diwaktu malam aku keluar rumah, maka yang tampak hanyalah gelap dan gelap paling2 cahaya lampu teplok dari rumah2 karyawan, sedangkan waktu di Nyampay kalau aku buka gardeng jendela, maka dari jauh tampak lampu berkelap kelip pemandangan kota Garut. Dirumah tidak lama bergelap-gelap, achirnya diberi genset Honda 500 watt selain jadi terang benderang juga bisa pasang TV.Alhamdulillah. Beruntung sekali aku ditempatkan di Perkebunan dengan Administraturnya pak Ezrin Mansur dimana kelak pada waktu aku jadi Pimpinan Perkebunan banyak cara2 kepemimpinannya yang aku manfaatkan. Selain itu kedisiplinannya, kejujurannya dan cara menempatkan dirinya, dimana sebagai pimpinan, dimana sebagai bapak atau kakak,sebagai masyarakat biasa.Bila kurang menghayatinya dapat disalah tafsirkan, beliau galak, pemarah. Tapi bagiku sendiri aku punya prinsip, selama kita melaksanakan pekerjaan dengan benar,masa akan dimarahi. Beliau marah, berarti beliau memperhatikan kita dari pada dicuekin.Aya aya bae.
Pada waktu itu ada kebijaksanaan Direksi, dimana bagi Perkebunan yang arealnya luas selain Wakil Pimpinan/Employe Pertama ada Kepala Tanaman, nah, dari kebijaksanaan itu ada beberapa orang yang diangkat jadi Kepala Tanaman, termasuk aku, tapi dipindahkan ke Perkebunnan Kertamanah, bekas dua Perkebunan Cinyiruan dan Perkebunan Kertamanah dengan komoditi Kina dan Teh dan aku diangkat jadi Kepala Tanaman Teh. Alhamdulillah.
Justru di Perkebunan Dayeuhmanggung inilah aku merasa ditempa. Aku merasa diberi modal,bahwa aku mampu menduduki jabatan yang lebih tinggi. Kekompakan seluruh staf menjadikan Perkebunan Dayeuhmanggung dipromosikan oleh bapak Dirprod pada waktu itu Bapak Panji Natadikara, dipromosikan kepada perkebunan lainnya terutama perkebunan teh untuk melihat perkebunan Dayeuh manggung mulai dari produksi, mutu teh, harga jual teh,bidang pangkasan dan bidang petikan dan kebersihan kebun. Wah bukan main bangganya, hanya "ripuh" untuk mencapai itu tapi puas, jerih payah kami diperhatikan atasan yang paling tinggi.Latihan disiplin tiap hari harus menanda tangani absensi, kalau tidak pagi2;ngambil pupuk kalau musim meerrabuk " ya sore hari sambil mengecek produksi hari itu diteruskan kalau tidak bilyard ya main tenis, tapi dapat dibayangkan dari afdeling ke kantor/pabrik itu paling dekat 5 km dan paling jauh ada 10 km. Yang membanggakan bagi keluarga saya, selain saya dapat promosi ke Perkebunan Kertamanah, juga kaluarga saya bertambah 2 orang putra dan putri GA(rut)RRY GAR(rut)DA(yeuh)MA(nggung) dan yang putri GAR(rut)TI DA(yeuhmanggung) YAN(januari) TRI( nu katilu). Waktu ke Perkebunan Dayeuhmanggung membawa orok beureum  meninggalkan perkebunan Dayeuh manggung membawa 3 orang, kekayaan yang tiada taranya. Alhamdulillah. Perjalanan masih panjang, istirahat dulu sambil mengingat2.









.

Senin, 07 Oktober 2013

RASA AMAN HARAPAN KITA SEMUA!

Selama aku hidup ada beberapa gangguan keamanan yang mengganggu rasa aman. Aku mengalami ganguan keamanan pada masa penjajahan Belanda, tapi waktu itu masih masa kanak-kanak.Kata ayahku pada waktu itu gangguan keamanan karena memang pada waktu itu kita menghadapi penjajah Belanda. Para pejuang kita selalu berperang dengan Belanda, dimana ada pos tentara Belanda selalu diserang para pejuang.Lihat bule takut rasanya.Tapi karena aku anak kecil tidak tahu apa2 pada waktu itu ya cuek aja. Malah ngolok2 Bule mancung, bule pirang.Tapi bagi masyaratkat umumnya bule itu/Belanda adalah musuh yang harus dilawan, terjadi perlawanan oleh tentara baik secara terang2an melawan tentara belanda dan atau dengan perang gerilya. Para pemuda menyerang pos Belanda yang dijaga oleh soldadu Belanda setelah itu menghilang.Pada waktu masa Jepang aku tidak ingat sama sekali, hanya ayahku pernah bertempat tinggal di Cimindi, setelah itu ayahku dipindahkan ke Rajamandala. setelah itu baru pindah lagi ke Pameungpeuk dan di Pameungpeuk inilah aku mengenal tentara Belanda, karena kebetulan rumahku berdekatan dengan markas tentara Belanda. Dengan bermodalkan bapak dan ibuku bisa berbahasa Belanda dan bermain Bridge, maka kerap kali rumahku diadakan permainan bridge. Diruang tamu bermain brigde, tapi diruang belakang bersatu dengan dapur, para pemuda sedang mengatur siasat bagaimana untuk menyerang mereka, salah seorang diantara pemuda itu adalah Eben Hidayat dan sampai hayatnya beliau menjadi tentara dan pangkat terachir yang saya tahu Mayor Angkatan Darat. Untuk menghindari kecurigaan tentara Belanda, maka suatu waktu markas tentara diserang, termasuk rumahku......ditembak atapnya doangg.
Markas tentara Belanda adalah rumah saudara kakekku, biasa aku menyebutnya nini Haji berdampingan dengan Pos Polisi, sedangkan dibelakang markas tentara Belanda adalah rumah kakkekku yang dipakai oleh t entara Belanda hanya ini mah tentara Belanda Hideung.
Aku paling senang kalau sore hari pada waktu minum sore, aku biasanya diberi satu mug gede kalau tidak air kopi air coklat, kadang2 ada rotinya. Pada waktu itu bapakku perokok berat dan udud padudan alias ngisap cangklong. Sebulan sekali pasti oom Watimena (?) memberi bapakku kalau tidak rokok ya tembakau untuk cangklong. Oom Watimena pasti memanggilku dan dengan logat ambonnya dia berbicara : Ngkus, ini tabak buat papi!
Bandung Lautan Api dirasakan pula dampaknya, rasa tidak aman seperti dikejar-kejar  tentara Belanda dan achirnya harus mengungsi ke Ciganjeng, Nagrak, Lamajang, Pangalengan, Genteng dan achirnya berada di Selaawi, Pamoyanan, Pamorotan, Talegong di Garut Selatan. Pulang mengungsi rasa aman masih dihantui dengan peristiwa APRA. Pada waktu kejadian, ayahku sedang dinas ke Bandung dari Pameungpeuk. Bagaimana perasaan keluarga pada waktu itu. Biasanya kalau ke Bandung tidak terlalu lama, ini sampai sore hari belum pulang dan ahirnya membawa berita APRA mengamuk di Kota Bandung. Alhamdulillah ayah bisa kembali pulang selamat.Gangguan keamanan masih belum selesai tanda2 gangguan keamanan masih ada yaitu dari gerombolan DI/TII Katosuwiryo. Daerah Arjasari tidak aman, daerah Cibeureum, Cikembang tembus kedaerah Garut, demikian pula didaerah Pangalengan Gunung Cupu, Pasir Malang, Genteng tembus ke Daerah Garut. Pada waktu itu Gunung Kolotok, kaki Gunung Malabar dihujani dengan meriam dari alun2 Banjaran. Puncaknya keganasan DI/TII pada waktu aku sudah pindah di Ciamis. Terasa sekali gangguan keamanannya, Kantor Urusan Agama disamping Mesjid Agung Kota Ciamis di bakar. Padahal Kantor Urusan Agama itu ada ditengah-tengah kota Ciamis dikelilingi oleh Pendopo Kabupaten, Markas Polisi Militer, Markas Polri. Mencekam sekali pada waktu itu. Ayahku kalau malam tidak ada dirumah, tapi ikut patroli dengan tentara Zipur, karena ayahku diancam oleh DI, sehingga lebih aman bersama tentara dari pada dirumah.  Pasalnya ada mantan murid ayah yang menjadi gerombolan DI. Setelah operasi tentara ditingkatkan, barulah merasa aman, apalagi setelah tertangkap beberapa anggota DI.
Tidak banyak yang tahu, bahwa dulu pada waktu gerombolan DI/TII masih merajalela peran tentara besar sekali didalam menjaga keamanan.Dari Ciamis mau ke Bandung baik menggunakan suburban atau bus, maka untuk jurusan Bandung lewat Garut, mulai dari Singaparna sudah dikawal oleh tentara, demikian pula jurusan Bandung lewat Malangbong, mulai Ciawi sudah dikawal oleh tentara sampai Nagrek. Caranya beberapa kendaraan berangkat beriringan alias ngompoy didepan dan belakang konvoy dikawal oleh tentara.  Demikian pula yang menggunakan kereta api dikawal oleh tentara caranya didepan lokomotif dipasang dua gerbong kosong, biasanya gerbong untuk mengangkut batu disanalah tentara kita mengawal dengan persenjataan lengkap plus senjata bren. Alhamdulillah setelah ada pengawalan tidak ada kereta api yang terguling ataupun bus yang diberondong. Tapi rasa aman masih jauh dari harapan karena DI/TII masih merupakan pengganggu keamanan pada umumnya. Barulah setelah Kartosuwiryo ditangkap sedikit bernafas lega. Rasa aman cukup tinggi tidak ada rasa takut mau berpergian kemanapun,mau siang mau malam tidak masalah ......Aman! Tetapi rasa aman ini tidak terlalu lama dirasakan. Keamanan kembali terusik dengan adanya pencurian kulit kina. Rasa tidak aman ini sangat dirasakan bagi mereka yang bekerja diperkebunan, maupun kehutanan atau bagi mereka yang mempunyai tanaman kina. Setiap malam pencurian kulit kina atau sucsiruba/sulibra bukan satu dua pohon tapi satu blok kebun dicuri secara sadis, pohon itu cuma diambil kulitnya saja tinggallah batang2nya yang masih berdiri, tapi tanpa kulit, sungguh sangat mengerikan bagi seorang planters. Setiap malam kami harus berjaga.tapi apalah artinya kami ini karena dengan tangan hampa tanpa senjata, kalaupun ada hanyalah bedil panjang/LE, lebih sering macetnya dari pada ngabeledug, sedangkan mereka oknum2 pencuri lengkap dengan kendaraannya dan senjata otomatisnya AK buatan rusia tea. Seorang bukan satu tapi dua senjata , kiri kanan senjata persis kaya rambo. Jelas kami akan kalah dalam penampilanpun. Tapi achirnya dapat diselesaikan dengan Operasi militer diperkuat dengan panser segala. Rasa aman tidak berlangsung lama dikota copet2 mahabu, keluar kota penodongan disertai pembunuhan,perampokan tidak saja didesa juga dikota2. Rasanya tidak aman mau keluar rumah. Achirnya munculah petrus; penembak misterius, dan yang jadi sasaran adalah mereka2 yang meresahkan masyarakat tsb. Tiada aneh bila disuatu tempat ditemukan karung berisi mayat dan  biasanya diketahui bahwa mayat2 tsb. adalah mereka meresahkan masyarakat.  Sampai saat ini kami tidak tahu siapa itu petrus yang saya rasakan dengan adanya petrus timbul rasa aman.Lumayan beberapa tahun tidak ada rasa takut, mau pergi kemanapun baik siang atau malam. Bagaimana sekarang??? Silahkan rasakan sendiri! Saya yakin bapak Polisi sudah lebih tahu kondisi keamanan sekarang. Sewaktu-waktu boleh juga meminta bantuan bapak tentara hitung2 latihan menunggu perang. Pokoknya aman saja.Memang mahal untuk rasa aman itu.























Kamis, 15 November 2012

ANAKKU LAHIR DI PERKEBUNAN PASIR YUNGHUHN

Tidak lama aku di Perkebunan Purbasari hanya kurang dari 1 tahun dimutasi ke Perkebunan Pasir Yunghuhn.
Yang mengesankan dari Perkebunan Purbasari adalah aku mengahiri masa lajangku, aku menikahi mantan pacarku dan alhmdulillah pada waktu pindah ke Pasir Yunghuhn, isteriku bulan alaeun.Di Pasir Yunghuhn aku ditugaskan menjadi Kepala Pengolahan/Pabrik Pada waktu aku di Pasir Yunghuhn terjadi musibah tanah longsor yang menelan korban jiwa,  selang beberapa hari lahirlah anakku yang pertama, lahir di Rumah Sakit Pasir Yunghuhn.Perlu diketahui, bahwa untuk melayani kesehatan bagi karyawan Perkebunan dan warga Pangalengan ada Rumah Sakit yang dilola oleh Perusahaan. Dari Perkebunan Purbasari/Wanasuka ada jalan pintas lewat Cilaki kecil, makam umum dengan ciri kasnya pohon beringin yang besar,rindang menyeramkan juga dan ahirnya sampailah ke Pasir Yunghuhn.
Pasir Yunghuhn........rada aneh juga ya. Sebagai penghargaan kepada  Meneer Yunghuhn sebagai pelopor menanam kina/chinchona, ada pasir yang ditanam kina dijadikan kebun bibit kina. Meneer Yunghuhn yang makamnya ada di Lembang. Dengan perpindahan ini bertambah rekan kerja dengan atasanku sebagai Administraturnya bapak R.Dedeng A Sunarsa, dengan wakilnya bapak Arka Ardiwinata .Employe kebun ada Daman Soleh, Djafar Sukarna, Kepala Administrasi bapak Saman,Kepala Teknik Nasution dan banyak lagi pegawai2 bulanan yang sekarang sudah pada pensiun sebagai pegawai Staf.Kadang2 sudah pada lupa maklum sudah hampir 40 tahun.Yang asing dan aneh bagiku adalah merk dagang dari produk Perkebunan Pasir Yunghuhn, dimana Perkebunan yang lainnya merk dagang sama dengan nama Perkebunannya. Perkebunan Malabar merk dagangnya MALABAR, sedangkan Perkebunan Pasir Yunghuhn merk dagangnya adalah WALANDA. Entah bagaimna bisa demikian tapi yang saya tahu sebelum diambil alih Perkebunan Pasir Yunghuhn adalah milik Pemerintah Belanda seperti juga Perkebunan Cinyiruan yang biasa disebun PPN Lama dan PPN Baru adalah Perkebunan Swasta yang diambil alih. Untuk mengenang pamarentahan Walanda, panginten. Bekerja di Pengolahan /Pabrik harus siap phisik,jaga kesehatan, karena hampir setiap saat ada kegiatan mulai dari menerima pucuk basah dari kebun, meber, melayukan, turun layu, menggiling, mengeringkan, memilih/sortasi,mengepak sampai diangkut.Biasanya pukul 02.00 sudah mulai menurunkan pucuk layu . Bayangkan orang2 sedang nyenyak2 tidur kita sudah sibuk di Pabrik. Enyoj aja dah! Habis sudah bakat........bakat ku butuh. Pembangkit listrik untuk keperluan pengolahan menggunakan tenga uap dari ketel uap.Ada kebiasaan setiap jam 04.30 sirene/hatong dibunyikan, selain untuk membangunkan para karyawan juga suka dijadikan patokan bagi masyarakat sekitar perkebunan untuk memulai kegiatan, baik yang bertani atau yang belanja ke pasar Pangalengan. Suara sirine ini cukup keras dan dapat terdengar sekeliling perkebunan.Pada suatu hari untuk beberapa hari aku bunyikan sirene itu pada pukul 03.30. Semua orang pada ribut, kok masih malam, padahal sirine sudah berbunyi.........bukan kesiangan,tapi kepagian. Karena banyak yang protes, ahirnya pimpinan turun tangan dan menanyakan kepada saya. Supaya tahu saja, kalau sirine sudah berbunyi artinya saya sudah ada di Pabrik. Ada2 saja ! Achirnya sirine dibunyikan seperti biasa lagi pukul 04.30. Hapunten kulan! Tidak lama aku bekerja di pengolahan perkebunan Pasir Yunghuhn, gara2 longsor Pabrik Pasir Yunghuhn ditutup, akibatnya saya sebagai kepala Pengolahan dimutasi ke Perkebunan Dayeuh Manggung jadi Kepala Bagian Kebun.










Kamis, 08 November 2012

HAI!JUMPA LAGI

Alhamdulillah, setelah hampir lebih dari satu tahun tidak muncul diudara, tidak berkelana didunia maya , maka pada hari ini aku bisa berkomunikasi lagi. Banyak alasan. Komputernya rusak, ada juga laptop juga sudah rusak dan yang paling penting modemnya ...........langganannya belum dibayar. Nunggu donatur dari anak2 tidak kunjung datang, Tapi alhamdulillah mantu anakku yang bungsu yang baru nikah memberi hadiah perkawinan mereka dengan dirumah dipasangi lagi modem. Thank,s. Permohonan maaf komentar2 yang belum saya jawab, Insya allah. sambil mengisi waktu, menunggu waktu,menunggu cucu, sambil moyan diteras moe tonggong akan saya jawab.Sabar saja ya! Memang beberapa bulan kebelakang saya disibuki, dimintai tolong oleh saudara untuk mencari tanah perkebunan untuk ditanami dengan aneka tanaman .peternakan dan vila untuk istirahat total jauh dari kebisingan dan jauh dari sentuhan 2 modern......back to nature. Tapi gagal Tempatnya sudah ada dan cocok, tapi ada masalah dengan hak kepemilikannya. HGU perlu diperpanjang tapi sudah dianggunakan ke Bank. Kok bisa ya?Dan yang paling sibuk adalah menijadi MC.Pagi2 antarkan dan siang hari menjemputnya. Mana tiap hari dua orang...........Momong Cucu.

Kamis, 30 Juni 2011

Mutasi antar Perkebunan

Mutasi bagi saya sebagai karyawan adalah hal yang biasa. Banyak alasan yang diberikan bila memindahkan seseorang dan alasan yang baku adalah tour of duty. Bagiku dimana saja sama saja, selama masih di perkebunan teh, yang beda cuma tempatnya saja, sedangkan soal pekerjaan ya sama saja.Mutasi pertamaku adalah mutasi dari Perkebunan Malabar ke Perkebunan Purbasari. Saya ditempatkan di Afdeling Cisero, menggantikan Employe Cisero yang dipensiun. Perkebunan Purbasari berbatasan dengan Perkebunan Malabar, masih saampar samak, hanya terpisah oleh dangdang dan sungai Cilaki. Apa salahku? Biasanya pertanyaan itulah yang ditanyakan bila seseorang dipindahkan. Demikian pula bagiku, walaupun aku menyadari, bahwa pasti aku punya kesalahan,walaupun aku yakin kesalahanku bukan korupsi, tetapi karena idealisku, aku masih muda, masih bujangan, belum banyak pertimbangan kalau ada yang tidak cocok dengan nuraniku aku menentangnya walupun kepada atasan, sedangkan kondisi pada waktu itu menentang atasan tahu risikonya, tidak naik jabatan, tidak naik pangkat dan dimutasi paling parah dikeluarkan. Tapi aku yakin aku telah bekerja baik, jadi mungkin aku sudah lama di Perkebunan Malabar hampir 6 tahun. Pimpinanku yang baru benar2 seorang pekerja yang ulet. Beliaulah mungkin satusatunya yang menjabat pimpinan karirnya dimulai masih dipimpin oleh Belanda dari karyawan yang paling rendah. Dengan keuletannya sehingga telah diambil alihpun beliau masih menjabat pimpinan tertinggi di Perkebunan. Masih banyak teman2nya yang masih jadi karyawan biasa. Aku berguru dengan keuletan dan kesabarannya dan kebijaksanaannya. Semoga amal perbuatannya beliau diterima disisi Allah swt karena beliau telah lama meninggal. Terima kasih pa Danu Atmaja. Tidak lama aku berada di Perkebunan Purbasari, cuma 1 tahun, tapi aku sangat berkesan, karena waktu aku bekerja di Perkebunan Purbasari di Afdeling Cisero aku menikah dengan isteriku yang sekarang. Tidak banyak yang dapt kuceritakan di Perkebunan Purbasari. Karena perumahan staf sedang dipersiapkan untuk Kepala Afdelling, maka untuk sementara aku tinggal diperumahan karyawan. Aku mandi dipemandian umum atau di pancuran dimata air jalan ke Pabrik itupun kalau subuh2, kalau mandi sore ikut nebeng dirumah Kepala Tehnik, sengaja sore2, karena habis mandi ditawari makan bersama. Terima kasih kang Asep Ruhiat. Karena mutasi ini temanpun bertambah, malh kadang bertemu lagi dengan teman yang sudah lebih dahulu pindah. Bertemu lagi dengan pak Agum Sasmita yang jadi wakil Pimpinan, ketemu dengan kang Asep ruhiat yang jadi Kepala Tehnik, ada kang Solih Winata, Kepala Pengolahan, Pak Komami, Kepala Adminitrasi, ada Karmawan, Arifin Maryun,Subagio, Ridwan Gandhana, Muksin dan yang lainnya yang sudah lupa lagi. Semoga yang sudah meninggal diterima segala amal perbuatannya dan yang sedang sakit diberikan yang terbaik dan yang masih sehat, semoga diberikan panjang umur dan sehat. Amin

Sabtu, 25 Juni 2011

Bekerja sambil belajar

Di Perkebunan Malabar aku mulai belajar bekerja. Belajar cara mengolah teh,membuka lahan, menanam teh,administrasi perkebunan dan secara tidak langsung belajar teknik. Timbul kepercayaan diri aku mampu bekerja,aku mampu menguasai pekerjaan perkebunan. Benar-benar aku digojlog masalah perkebunan di Perkebunan Malabar, sehingga ilmu yang aku dapatkan dapat dimanfaatkan dan menjadi modal bagi karirku selama di Perkebunan. Berorganisasi politikpun aku belajar di Perkebunan Malabar. Mula-mula aku tak tahu apa itu SARBUPRI, serikat buruh yang merupakan onderbow Partai Komunis Indonesia. Katanya pada waktu Perkebunan di kelola oleh Asing dalam hal ini Belanda, posisi Sarbupri sangat menguntungkan, bila keinginan, permohonannya tidak dikabulkan, maka mereka akan mogok. Itulah sebabnya si Bule ini mendekati Sarbupri, supaya jangan mogok dan yang beruntung adalah Pengurus Sarbupri, karena HONOR nya meningkat. Pertama kali Perkebunan diambil alih oleh Pemerintah organisasi buruh yang dominan di Perkebunan adalah Sarbupri. Karena keberadaan Sarbupri sangat mengganggu dalam ketenangan bekerja, dikit-dikit usul, dikit-dikit protes, ditegur tidak mau, bekerja maunya sendiri, kepada yang lain mempengaruhi untuk tidak bekerja benar, diantara mereka saling curiga. Maka didirikanlah PERSATUAN KARYAWAN PERKEBUNAN NEGARA atau PERKAPPEN. Tidak semua karyawan langsung masuk menjadi anggauta Perkappen, sebagian kecil masih bertahan dengan SARBUPRI nya.
Perkappen bisa dikatakan cikal bakal dari SOKSI dan selanjutnya sesuai dengan perkembangan politik di Indonesia menjadi bagian dari GOLONGAN KARYA. Pada waktu jaman Sarbupri hubungan antara Perusahaan dengan karyawan adalah hubungan antara MAJIKAN dan BURUH, sedangkan setelah dengan adanya PERKAPPEN hubungan perusahaan dengan karyawan adalah merupakan mitra kerja yang saling membutuhkan.
Gejala2 ke brutalan Sarbupri makin terlihat, setelah anggauta Sarbupri menghadiri haru ulang tahun PKI di Jakarta. Sepulangnya mereka dari Jakarta tingkah lakunya berubah sulit diatur, bekerja seenaknya, memancing-mancing agar kita marah. Kata2nya sangat arogan :" Nanti mah Kepala Bagian diganti, Administratur diganti dan nanti mah di.........sambil memperagakan seperti mencongkel mata dan seperti memotong leher......."Meletuslah G30SPKI.
Bersamaan dengan kader2 PKI dilatih di Halim, sayapun sebagai HANSIP di Perkebunan bersama dengan Hansip dari seluruh Perkebunan dilatih Pertahanan Sipil selama sebulan di Perkebunan Pasir Yunghuhn atas kerja sama Direksi dan Pemerintah Kabupaten Bandung dengan instrutur dari KODIM Bandung dan dari DODIK Pengalengan. Kenapa saya selalu mengingat kejadian tersebut, karena dalam rencana latihan dimana selesai pelatihan peserta akan study tour ke Jakarta, tetapi sehari sebelumnya ada kejadian G30SPKI, sehingga rencana dibatalkan dan semua peserta segera dipulangkan ke Perkebunan masing-masing, konsinyir di kebun masing-masing. Apa jadinya kalau pada waktu kejadian kami berada di Jakarta!?
Pada waktu aku mulai bekerja tahun 1962,gangguan keamanan masih berlangsung terutama oleh DI/TII Kartosuwiryo, maka di Perkebunan Malabar dibuat Pos Penjagaan oleh TNI dari Yon Kavaleri, sehingga kami merasa tenang bekerja karena dikawal oleh PANSER. Daerah Perkebunan Pangalengan merupakan lintasan gerombolan dari daerah Garut,Cianjur dan Bandung Selatan. Katanya sebelum diambil alih oleh Pemerintah Perkebunan merupakan sumber dana bagi DI/TII, dimana kalau Perkebunan diserang gerombolan, maka utusan dari Perkebunan akan keluar walaupun sedang ada tembak menembak dan tembak menembak akan terhenti, karena upeti telah diserahkan. Tempat yang akrab dengan kegiatan gerombolan, karena merupakan jalan lalu lintas mereka adalah, Riung Gunung,Sentral Cilaki(Perkebunan Malabar punya Pembangkit Listrik sendiri), Gunung Cupu, Dano, Cisanti, Cikembang,Pal Lima.
Berita tertangkapnya Kartosuwiryo disambut gembira oleh semua orang termasuk oleh saya sendiri karena tidak akan merasa takut lagi pada waktu bekerja dilapangan demikian pula pada waktu pulang atau berpergian keluar kebun waklaupun pada waktu malam.Bagaimana rasa takut sangat mencekam bila menjelang malam, masing-masing mempunyai tempat persembunyian rahasiah, kalau tidak ditebing dengan membuat gua, dibawah rumah atau dipara dan bebrbuat apa saja demi keselamatan semua keluarga dengan mengungsikan keluarga kekota. Alhamdulillah berkat kegotongroyongan seluruh masyarat Jawa Barat, tempat2 yang disinyalir tempatnya gerombolan DI/TII di "pagar betis"dengan tujuan mempersempit ruang gerak baik lalu lintas gerombolan maupun akomodasinya achirnya Kartosuwiryo dapat tertangkap dan sejak itu terasa aman.
Cobaan di Perkebunan belum juga selesai muncul lagi pencurian besar2an dan bersenjata pula yaitu mencuri kulit kina yang waktu itu disebut pencurian abloha kina. Kalau yang dicuri satu dua pohon tidak terlalu bermasalah, sedangkan yang mereka curi adalah tanaman kina yang usianya dari yang sudah puluhan tahun sampai yang baru ditanam disikat habis dan yang dicuri itu satu blok kebun. Sebagai seorang planter merasa ngeri melihat pohon kina tinggal batang dan ratingnya saja kulitnya sudah habis dikuliti. Karena diselesaikan sendiri oleh Perkebunan tidak tertanggulangi. Bayangkan saja kalau kami konsinyir menjaga kebun kina satu regu hansip dengan persenjataan hanya satu senapan kuno LE yang sering macetnya daripada ddooorrr, sedangkan si pencuri dengan truk yang dikawal dengan senjata canggih pada waktu itu, kaya Rambo seorang menenteng 2 buah senjata kanan kiri, jelas kami ngeper dan achirnya diadakan Operasi yang diselenggarakan oleh militer dengan mengerahkan panser segala dan alhamdulillah aman. Siapa yang menjadi otak dari pencurian itu, bagi saya sendiri tidak masalah pokoknya aman, saya tidak dibebani lagi harus piket sehari semalam di Norotog Pangalengan, pokoknya aaaammmmaaaannnn.
Banyak pengalaman yang saya dapat di Perkebunan Malabar, tapi nanti saja saya keliling dulu Perkebunan2 yang pernah saya singgahi mulai dari daerah Pangalengan, Garut, Subang sampai Sukabumi. O.K..

Kamis, 09 September 2010

MUKAKU KAYA SI CEPOT

Bekerja di Pabrik kalau tidak hati2 risiko terjadi kecelakaan bisa saja terjadi.Bisa tangan tergulung oleh ban berjalan, tangan tergiling oleh mesin giling, rambut bisa tergulung oleh as mesin yang sedang berputar, atau sarung tergulung oleh as mesin yang sedang berputar dan atau muka tersembur api dari mesin pengeringan. Hal ini terjadi pada diriku tersembur api dari mesin pengeringan. Kejadiaannya pada bulan Agustus pada musim kering, dimana temperatur sangat rendah, sehingga solar/IDO untuk mesin pengeringan membeku. Tidak solar saja yang membeku dilapanganpun ditempat-tempat tertentu terjadi "frost" dimana udara sangat dingin sehingga membentuk butiran es yang menempel di pohon teh yang mengakibatkan daun teh menjadi kering.
Pada waktu itu udara sangat dingin, sehingga solar/IDO yang dialirkan melalui pipa2 kedapur pengeringan tersendat-sendat, sehingga nyala apinya tidak lancar, padahal sudah diusahakan dengan memanaskan pipa2 tersebut. Hal inipun terjadi pada mesin pengeringan nomor 4 PARAGON. Kadang2 nyalanya normal kadang2 tersendat-sendat dan ahirnya mati. Kebetulan aku sedang berada disana maka aku datangi mesin pengeringan tsb. Prosudernya kalau mati,maka aliran solarnya harus ditutup, begitu pula pada waktu itu sewaktu akan aku tutup dan dilihat dari lobang kontrol yang kecil, tiba2 terjadi semburan api yang keluar dari lubang kontrol tsb.yang sedang aku lihat. Akibatnya aku terpelanting kebelakang hampir 3 meter dan api itu menyambar mukaku. Untungnya karena pagi hari masih dingin aku masih mengenakan selain baju juga mengenakan fullover yang sedikit menutupi wajahku. Lumayan aku masuk rumah sakit Pasir Yunghuhn,karena kata dokter masih stadium 1 , maka pengobatannya mukaku diberi obat merah jadilah mukaku kaya si Cepot. Ramailah para suster ingin melihat mukaku atau mau melihatku yang masih lajang. Ada-ada saja.

Jumat, 16 April 2010

Gelanggang Olah Raga Dinamika

Setelah bekas Pabrik Malabar di renovasi dijadikan Gelanggang Olah Raga Dinamika, maka segala kegiatan yang memerlukan tempat yang luas diselenggarakan di Gelora Dinamika Malabar, karena Gelora bisa menampung orang kurang lebih 2.000 orang. Pertunjukan kesenian,pertandingan bulutangkis, pertunjukan wayang golek, pemutaran film, rapat2 umum dapat dilaksanakan di Gelora ini, termasuk pada waktu Pekan Olah Raga Perusahaan Perkebunan Negara se Indonesia pada tahun 1965. Pembangunan Gelora Dinamika cukup membanggakan,karena dikerjakan sendiri oleh Perkebunan yang dimotori oleh Mas Sunardi, kang Asep Ruchiat, kang Abung dan rekan2nya, sesuai dengan semangat pada waktu itu Berdiri diatas kaki sendiri. Pernah pula diselenggarakan Pameran Pembangunan untuk menjawab tantangan berdiri diatas kaki sendiri dengan diembargonya produk2 Indonesia, diboikotnya harga 2 komoditi perkebunan dan Partai Komunis Indonesia mulai menggelitik melalui Sarbupri nya dengan usulan2an yang nyeleneh pada waktu itu.
Alhamdulillah berkat Ridhonya Perkebunan tetap eksis. Perkebunan yang ditingalkan bule2 dengan perhitungan mereka karena ditinggalkan oleh mereka Perkebunan akan hancur, tetap menjadi andalan Pemerintah sebagai penyumbang devisa bagi Negara . Produksi terus meningkat demikian pula kwalitasnya. Terobosan2 pemasaran dilaksanakan demi tercapainya devisa negara dan demi menciptakan kepercayaan negara lain, bahwa Perkebunan masih ada.
Dari tahun ketahun anak2 usia sekolah makin bertambah. Anak2 lulusan SD makin banyak sedangkan sekolah lanjutannya tidak ada; yang akan melanjutkan sekolah yang lebih tinggi harus pergi ke Pangalengan. Mungkin dengan pertimbangan2 tsb.para pembuat keputusan dalam hal ini Direksi, maka Gelora Dinamika di renovasi jadi bangunan SD dan SMP. Alhamdulillah lulusan2 dari SMP sudah banyak yang jadi Mandor, Mandor Besar dan ada pula yang sudah menjadi Kepala Bagian, siapa tahu suatu saat jebolan SD/SMP Malabar menjadi Direktur, sesuatu yang mungkin terjadi, karena yang menjadi sarjana mah sudah banyak.
Makanya sangat sedih waktu ada Penjabat yang mengecilkan arti Perkebunan, Perkebunan akan ditutup. Bagi2 saja lahannya untuk rakyat. Apa Perkebunan? Akibatnya banyak lahan2 perkebunan yang diserobot, pohon karet ditebang, pohon teh dibongkar, tanah cadangan ditanami liar dengan dalih, HGU sudah habis, tanah tidur. Sedih....sedih sekali. Ko teganya...teganya. Untungnya aku sudah pensiun jadi tidak banyak urusan dengan penyerobot2.

Rabu, 14 April 2010

JADI BODOR REOG

Sudah menjadi kebiasaan tak tertulis, siapa yang menjadi Kepala Bagian Malabar Selatan harus menjadi Kepala Kampung Emplasemen Malabar. Emplasemen Malabar cukup luas juga terdiri dari 14 R.T.dan kalau aku berkeliling mengontrol emplasemen cukup melelahkan dan pasti saja habis keliling....perut lapar. Setiap Emplasemen mempunyai mesjid dan Poliklnik. Ada aula tempat karyawan bayaran dan pertunjukan kesenian,pemutran film keliling sebulan sekali dan untuk keperluan lainnya yang perlu dihadiri oleh banyak karyawan. Di Aula inilah penyuluhan mengenai Keluarga Berencana, Desa Panca Marga dan hal2 yang perlu diketahui oleh masyarakat disampaikan. Ada pula Radio Umum, karena belum semua karyawan mempunyai radio apalagi televisi. Biasanya aula ini akan penuh oleh karyawan pada malam Minggu, karena ada Wayang Golek di radio.Memang pertunjukan wayang golek sangat populer bagi karyawan Perkebunan, makanya pada waktu hari Raya Idulfitri seperti harus menyelenggarakan pertunjukan wayang golek, walaupun mereka harus mengeluarkan iuran bersama. Di aula inilah tempatnya. Kalau saja tidak ada pertunjukan Wayang Golek bisa-bisa di demo kalau cara sekarang mah. Mereka akrab dengan nama2 dalang pada waktu itu ada Parta suwanda,Hadi, R.Sunarya, Asep,Amung, Omay dan yang lainnya. Demikian pula dengan sinden2nya,mereka lebih mengenal Upit Sarimanah, Titim Patimah dan sinden2 beken lainnya pada waktu itu, karena hampir setiap saat radio akan memutar lagu2 mereka. Belum ada dangdut pada waktu itu mah.
Setiap Emplasemen mempunyai seperangkat gamelan dan pada waktu2 tertentu untuk mengisi kesepian di Perkebunan diadakan pertunjukan gamelan dari karyawan untuk karyawan dengan sinden lokal; biasanya pemetik yang kalau bekerja suka ngahaleuang. Bisa dikatakan gamelan ini adalah warisan dari juragan2 kontrak dahulu, karena pada waktu itu bagi kebun2 yang dekat ke Pabrik, para pemetik akan menimbang pucuknya langsung ke Pabrik dan selama penimbangan itu akan diiringi dengan tabuhan gamelan yang ditabuh di panggung diperempatan jalan masuk ke Pabrik.
Rumahku besar, maka sekali-kali latihan kesenian itu diselenggarakan dirumah.Kalau tidak menabuh gamelan, nyalung atau ngareog. Karena aku ingin bisa ngareog, maka aku ikut berlatih ngareog, banyak filosofi dari ngareog ini dan aku dijadikan tukang reog yang suka bikin onar, jadilah aku..........bodor reog. Aula itu akan penuh sesak oleh para karyawan mulai dari nenek2 dan aki2, para perawan tingting kalau tahu bahwa aku akan ngareog, bagaimana tidak yang ngareognya Kepala Bagian, Kepala Kampungnya, masih lajang dan..............ganteng! Maunya. Geer ni jeeee. Kenapa aku mau jadi bodor reog?? Ternyata dengan pertunjukkan kesenian mudah sekali mengumpulkan orang banyak dan disanalah aku menyampaikan secara tidak langsung misi dari Perusahaan . Mudah2an kesenian ini masih berlanjut diteruskan oleh penggantiku. Semoga.

Selasa, 09 Maret 2010

BODYGUARDKU MANG UKAN

Sebagai Kepala Bagian Kebun, maka aku berhak mendiami rumah dinas.Lumayan besar untuk ukuran aku yang masih bujangan, ada 2 kamar tidur, 2 kamar mandi , gudang, dapur dan ruang keluarga,ruang tamu dan ruang makan bersatu, sehingga ruangan itu terlihat cukup luas. Lantainya dari kayu yang kalau kita berjalan akan terdengar duk....duk....duk. Walaupun masih bujangan berhak pula untuk mendapat pelayan rumah untuk mengurus rumah tanggaku. Pelayanku adalah mang Ukan, orangnya lugu, tapi gesit dan jujur. Dialah yang megurus kebutuhanku setiap hari. Dialah yang belanja ke Pangalengan bersama ibu staf lainnya,dia yang memasak, dia yang mencuci, dia yang mengurus kebersihan rumah. Yang tidak dia lakukan, adalah ........memandikanku. Karena dulu katanya ada juragan yang suka dimandiin sama pembantunya dan pembantunya itu adalah....wanita. Siapa yang tidak mau!! Mang Ukan wajib tinggal dirumahku menemaniku, terutama pada malam hari. Tapi apa yang terjadi? Kalau sudah selesai makan malam,maka ia akan minta ijin keluar rumah, maka ditingalkan aku sendiri dirumah, mana rumahnya gede, belum ada televisi, ada juga radio butut, radio roti yang sudah dimodifikasi oleh kakakku, radio Kongo belum ada pada waktu itu. Tinggallah aku sendiri.
Kemana perginya mang Ukan malam2? Ternyata dibelakang rumahku ada perawan tingting, anaknya mandor Kebun, disanalah dia Wakuncar. Dan achirnya jadi juga isterinya mang Ukan, walaupun tidak lama, karena ternyata isterinya punya PIL. Sosok mang Ukan cukup dikenal di Perk.Malabar, baik oleh ibu2 maupun oleh pegawai-pegawai lainnya, selain karena orangnya jujur karena ybs. hampang birit. Apalagi bagi keluargaku mang Ukan cukup terkenal dan terkenang, karena disetiap kegiatan keluargaku mang Ukan selallu hadir. Mang Ukan jadi pengawalku sejak aku bujangan sampai aku punya anak selama ada di daerah Pangalengan.
Mang Ukan sekarang sudah pensiun dan tinggal di Malabar. Walaupun di panggil mang Ukan, ternyata pensiunnya lebih dulu aku. Memang mang Ukan kelihatan tua ,tapi ternyata umurku lebih tua, sehingga aku lebih dahulu pensiun. Mang Ukan....mang Ukan, salam buat seluruh keluarga mang Ukan.

Minggu, 28 Februari 2010

LONGSOR.....LONGSOR

Longsor...longsor........longsor dimana-mana longsor. Yang terachir dan dan menggemparkan, sehingga ditinjau oleh bapak Wakil Presiden longsor di Ciwidey, tepatnya di Perkebunan Dewata.
Dengar longsor jadi ingat kejadian tahun 1970. Tepatnya di Perkebunan Pasir Yunghuhn, Pangalengan. Perkebunan Pasir Yunghuhn termasuk Perusahaan Perkebunan Antan IX pada waktu itu, sekarang sudah termasuk Perkebunan Purbasari, P.T.Perkebunan Nusantara VIII. Perkebunan Pasir Yunghuhn terletak berdampingan dengan Rumah Sakit Pasir Yunghuhn.
Kejadiannya pada bulan Maret/April 1970 hari Minggu. Sejak Jumat sore hujan mengguyur terus sampai hari Sabtu siang. Pada hari Minggu itu ada pertandingan Sepak bola antara Perkebunan Pasir Yunghuhn dengan Perkebunan Santosa. Jadi yang ada di Perkebunan hanyalah karyawan Pabrik dan karyawan tehnik yang terkait dengan Pabrik. Yang lainnya jadi bobotoh bertanding sepak bola di lapang Babakan.
Pada waktu itu aku jadi Kepala Pabrik, jadi aku siap ditempat kerja. Rencananya hari itu, pada waktu istirahat aku akan melayat kerumahnya Mandor Besar yang mengundangku dengan istri untuk syukuran kelahiran cucunya. Seperti kebiasaanku waktu istirahat adalah untuk makan bersama istri, demikian pula waktu itu aku sedang makan berdua dengan istri, baru saja makan dua sendok, tiba2 datanglah Mandor Besar, sambil terengah-engah dan bicara hanya....pabrik.......pabrik.......pabrik. Ada apa Pabrik, tanyaku. Pabrik...pabrik, mesin-mesin, longsor...longsor.......karyawan bubar, jawabnya terengah-engah tidak ngerti apa yang dikatakannya. Baiklah tenang dulu, ada apa! Setelah agak tenang barulah dia berkata, bahwa di Babakan, perumahan karyawan Pabrik dan tehnik longsor dan karyawan pada bubar, sedangkan mesin2 pengolahan masih jalan. Tanpa ba bu lagi aku langsung menuju Pabrik dan sebenarnyalah para karyawan sudah tidak ada sedangkan mesin2 masih berjalan termasuk ketel uap pembangkit listrik untuk Pabrik. Secara otomatis saya dan mandor besar mematikan mesin2 yang masih berjalan, mulai dari mesin pengering padahal ada 4 buah, terus ke mesin2 giling, mesin2 sortasi dan lain2nya. Tingallah ketel uap, walaupun ada petugas teknik, tapi mereka kalang kabut, karena biasanya kalau akan mematikan ketel uap, biasanya dikeluarkan dulu tekanannya/ ablas, sedangkan suara ablas itu bisa terdengar sampai ke Wanasuka yang jaraknya hampir 2 kilo meter, bisa2 karyawan lebih panik lagi, maka secara perlahan-lahan dikeluarkan tekanannya dan membutuhkan waktu. Setelah selesai mematikan mesin2, barulah saya menuju melihat longsor yang tidak berapa jauh dari Pabrik, paling-paling hanya 10 meter dari ujung pabrik. Masya Allah, Innalillahi, Allahu Akbar, perumahan karyawan sudah terseret longsor, tinggalah merupakan jurang yang dalam, tidak ada apa2 di atasnya hanya tanah yang merah.
Selain perumahan, tempat tersebut ada pula kolam2 ikan karyawan yang biasanya pada hari libur, minggu tempat rekreasi memancing ataupun menata kolam2 tersebut. Untunglah pada hari itu ada pertandingan sepak bola antara Perkebunan Pasir Yunghuhn dan Perkebunan Santosa di Lapang Babakan Malabar. Kalau saja....kalau saja tidak ada pertandingan sepak bola korban akan jauh lebih banyak. Korban yang tercatat pada waktu itu ada 13 orang, terdiri dari karyawan dan keluarga karyawan dan karyawan Rumah sakit Pasir Yunghuhn.
Allah maha besar,Allah maha penyayang, seharusnya aku dan istriku pada waktu itu kerumah mandor besar untuk menghadiri syukuran cucunya dan rumah mandor besar itu persis menghadap tempat yang longsor dan itupun sebagian teras depannya terbawa longsor. Bisa dibayangkan kalau saya jadi kerumah Mandor Besar, padahal istriku sedang bulan alaeun, sedang hamil tua oleh anakku yang pertama.
Pada hari itupun teridentifikasi dan telah ditemukan 7 orang dan langsung dimakamkan di pemakaman umum di Perkebunan Pasir Yunghuhn.
Longsoran itu menutup aliran sungai Cilaki kecil dan aliran sungai ini menuju ke Cilaki yang menjadi sumber air untuk pembangkit listrik Perkebunan Malabar. Sebelum menuju ke Pembangkit listrik aliran sungai itu masuk dulu kekolam penyaringan, untuk menahan kotoran kotoran seperti sampah, batang2 kayu terbawa ke pembangkit listrik dan ditempat itupun ditemukan korban tersangkut di saringan tsb. dan merupakan keluarga dari karyawan Perkebunan Pasir Yunghuhn dan dimakamkan di makam Perkebunan. Padahal jarak dari tempat longsor ke Sentral Cilaki/ Pembangkit listrik cukup jauh lebih dari 10 km.
Melihat kondisis longsoran yang tak mungkin korban ditemukan, maka atas kesepakatan bersama dengan keluarga korban, maka ditempat yang datar ditempat longsor kami membuat makam sebanyak korban yang belum ditemukan dengan upacara layaknya kita memakamkan.
Begitu ada berita ditemukan lagi korban di sungai Cilaki, tersangkut dibebatuan,maka makam tsb. dianggap tidak ada dengan mencabut nisannya.
Gara-gara longsor itu, setelah diteliti dari bagian Geologi, maka pada bual Juli 1970 Pabrik Perkebunan Pasir Yunghuhn ditutup. Semoga arwah para korban longsor di Pasir Yunghuhn diterima segala amal perbuatannya. Amin.
Kejadian aneh dimana pada waktu itu mana sudah menjelang sore dan kami2 sudah kecapaian dari pagi mencari-cari korban ditempat longsor dengan peralatan apa adanya dan sedang mengobrol membicarakan longsor didepan Pabrik, tiba2 ada seorang ibu yang kemasukan dan menyuruh kami untuk mencari anaknya yang masih balita dan menunjukan tempatnya didaerah longsor, maka kamipun segera berangkat lagi kebawah disertai dengan si ibu itu dan disuatu tempat si ibu itu menunjuk-nunjuk kebawah dan dengan serta merta kamipun mencari-cari ditimbunan tanah dan Allah maha besar ditempat yang ditunjuk si ibu itu didapatkan putranya yang masih balita sudah dalam keadaan meninggal. Semoga pak Daman Soleh masih mengingatnya karena beliaulah yang mengangkat balita tsb. dari reruntuhan pintu rumah yang terbawa longsor.Allahu Akbar.

Rabu, 10 Februari 2010

Cerita hantu????

Cerita tentang hantu?? Perkebunan gudangnya. Mau hantu di kebun,hantu di rumah, hantu di pabrik, hantu di bengkel. Lengkaplah asal percaya saja.
Tiap blok kebun punya cerita sendiri-sendiri. Ada blok kebun yang tidak boleh ribut atau ada pula blok kebun yang tidak boleh menyebut harimau/maung, harus nyebut leuleusan atau tidak boleh menyebut kucing nanti akan lebih banyak lagi kucing yang kelihatan.
Waktu metik di blok kebun Pasir Angin ada Legok Haji. Nah disini tidak boleh ribut harus tenang dan tertib. Begitulah pemetik tanpa sadar mereka sudah pada ribut ada yang ngahariring, ada yang berteriak-teriak agar sama2 menuju kelamping untuk memetik, ada pula yang sedang bercerita cerita di radio tadi malam. Pokoknya ribut saja ditempat metik tsb.
Tiba2 ada pemetik yang berteriak-teriak dan menjerit-jerit, rupanya dia kesurupan,kemasukan setan. Mandor sewot marah2:" Ceuk aing oge ulah garandeng, teu ngagugu. Ngambek tah eyang haji". kata saya juga jangan ribut, tidak menurut, jadi Eyang Haji marah. Untungnya saya punya mandor besar yang sedikit punya ilmu. Setelah berkomunikasi dengan pemetik, baca2 jampi, achirnya si pemetik itu siuman dan sadar kembali.
Saya tanya sama mandor besar ada apa dan mengapa? Dengan enteng mandor besar menjawab:
"Dia kesiangan lupa makan pagi. Salatri".

Secara periodik ibuku suka datang kerumahku. Aku masih bujangan dan menempati rumah cukup luas,ada 3 kamar tidur,dapur, kamar mandi 2, ruang tamu menyatu dengan ruang keluarga dan ruang makan. Rumahku dari lantai papan, sehingga kalau berjalan akan kedengaran duk...duk...duk. Apalagi aku suka pakai sepatu kebun yang ada pakunya.
Seperti biasa aku pagi2 sudah berangkat kerja meninggalkan ibuku sendiri dirumah ditemani pembantu rumah. Hari itu karena kesibukanku tidak pulang istirahat, nanti saja sekalian pulang karena ada ibuku. Waktu aku pulang ibuku bertanya, apakah aku tadi pulang dulu ke rumah?
Ada apa mak? Dikiranya aku yang pulang, karena waktu ibuku didapur terdengar seperti yang membuka pintu dan terdengar seperti orang yang berjalan.....duk....duk....duk.
Aku tanya sama ibuku, jam berapa? Jawabnya jam 11.00! Pantas tadi aku dikebun ingat kerumah terus, ingat ada ibuku dirumah, jadi yang datang tadi itu hayalanku, bukan juragan Boscha. Hahhaha!!!

Malam minggu aku bermaksud menginap di rumah kang Kosasih, karena dia masih bujangan, sudah jadi Employe Kebun jadi sudah menempati rumah sendiri. Dari rumahku aku ikut kang Kosasih naik motor Sparta, belum ada Honda-Hondaan menuju kerumahnya. Sore itu hujan mengguyur seluruh kebun, sehingga aku agak terlambat menuju rumah kang Kosasih, menunggu hujan reda dulu. Baru menjelang malam hujan reda dan aku bersama kang Kosasih berboncengan naik motor. Aku yang dibonceng sehingga bebas melihat kedepan, karena kiri kanan dan belakang gelap, tidak ada kendaraan lain kecuali motor kang Kosasih itu. Habis hujan, dikanan kiri gelap, aspal bekas tersiram hujan yang tersorot lampu motor menimbulkan asap yang membayangkan sensasi tersendiri. Dari jauh kelihatan sekelebat seperti orang yang berjalan berkerudung sarung , aku katakan kepada kang Kosasih: " Awas orang Kang, kasih dim! Jelas sekali orang itu dari jauh, motor makin dekat....makin dekat.......sekejap orang itu ....hilang. Kemana larinya jalan didepan kelihatan jelas!
Jangan,jangan! Sesampainya dirumah kang Kosasih, malam itu juga dipanggil mang IUN Mandor Besarnya kang Kosasih. Orangnya sudah tua dan sudah lama bekerja disana bisa dibilang dia itu arsip nya untuk daerah itu. Dia akan tahu segala hal yang terjadi disana. Benar saja setelah aku tanya Ada apa dikebun blok itu? Maka jawabnya" Iya Gan; aku dipanggil Juragan,padahal umurku baru 20 tahun, diblok kebun itu si Salim katinggang pangpung tangkal saninten dugi ka maot sapadaharita! si Salim tertimpa ranting pohon saninten sampai meninggal. Pantas saja! Jadi yang tadi itu arwahnya mang Salim, Semoga diterima disisiMU ya Allah!!

Senin, 08 Februari 2010

Juragan ageung!

Banyak cerita mengenai perilaku juragan kontrak baheula, mulai yang humanis, feodal dan por....on.
Dahulu kalau mau lewat ke halaman rumah juragan Ageung, pasti lewat jalan hideung/jalan aspal. Nah di jalan hideung itu diberi tanda garis melintang jalan, garis yang pertama kalau yang naik sepeda harus turun, garis yang kedua yang memakai totopong, tutup kepala harus dibuka dan sambil agak membungkuk melewati rumah juragan ageung sampai garis yang ketiga totopong baru bisa dipakai lagi dan pada garis yang keempat yang naik sepeda bisa menaiki sepedanya lagi. Lucunya dirumah juragan ageung itu tidak ada siapa2, karena juragan Ageung sedang ada di Batavia atau Nederland sedang yang ada dirumah kalau tidak jongos.........ya si Doggie anjing herdernya. Lumayan menghormat mang jongos, bukan anjing lho!

Ada pula yang penyayang binatang, dihalaman rumahnya dipelihara berbagai binatang seperti burung dan rusa. Kalau jam2 makan si rusa itu sudah mengerti dan akan mendekati rumah, karena juragan ageung pasti akan memberi makan hewan2 tsb.ditemani tukang kebun.
Waktu mengontrol kebun, kalau menemukan anak burung yang jatuh, pasti akan menyuruh siapa saja yang ada didekatnya untuk mengembalikan anak burung itu kesarangnya dan diberi persen uang. Nah, kebaikan juragan ini dimanfaatkan anak2. Bila tahu juragan akan lewat, maka diperjalanan akan dicegat dan sambil pura2 nangis akan diperlihatkan anak burung tsb.
"Seh barudak eta manuk uihkeun deui kana sayangna. Karunya!" kata juragan sambil memberi uang kepada anak2 tsb. Juragan berlalu anak2 bersorak dapat uang dan akan berulang lagi pada hari lainnya. Dasar barudak, berani ngibulin juragan.

Anak burung jatuh dari sarangnya, adalah mungkin, karena lingkungan pada waktu itu tetap dijaga. Selain kebun teh, hutan2 cadangan masih dipelihara pohon2 masih dibiarkan tumbuh, sehingga suasana lingkungan rindang sehingga populasi burung tetap terjaga. Tidak jarang ayam kasintu, cangehgar ; ayam hutan bersatu dengan ayam kampung. Kokok ayam hutan dan suara burung akan menghiasi lingkungan kebun sepanjang hari.
Sumber2 air dijaga dan dipelihara, pohon2 sekelilingnya dibiarkan tumbuh ranting2nyapun dilarang diambil. Jangan heran pada waktu itu pemeo beredar dimayarakat:" Awas jangan ambil kayu bakar disana.......angker........banyak ularnya", sekedar untuk menjaga lingkungan.Dan dipercaya oleh masyarakat, bagaimana sekarang????

Adapula perilaku juragan yang nyeleneh. Beliau ini kalau mau marah pasti minta maaf dulu. Padahal orangnya tinggi besar suara marahnya keras dan melengking: " Seh Agum hapunten juragan bade bendu". Barulah beliau mengutarakan kemarahannya, karena tidak setuju dengan hasil kerja kita. Tak jarang pula kalau sudah marah memberi serutu! Tiap saat saja marah Meneer!!!

Banyak pula juragan2 ini tidak membawa isterinya ke Onderneming, kalau tidak di negeri Belanda di Batavia isteri2nya ditempatkan, jadi dia sendirian di kebun. Atau mereka2 yang masih bujangan. Nah juragan2 ini yang suka usil dengan buruh-buruh wanita baik pemetik maupun pabrik/sortasi.
Bagi mereka suatu kebanggaan kalau kaanggo oleh juragan. Mereka akan senang kalau disuruh ke gedung; rumah juragan, karena pulangnya pasti diberi uang atau pakaian. Apa yang dikerjakan dirumah juragan? Entahlah hanya mereka yang tahu.

Kalau mengontrol kebun seperti biasa dengan pakaian lengkap. Topi juragan, stelan seperti safari, sepatu jangkung, tidak lupa jas hujan dan teteken/iteuk/tongkat tangan, tongkat serba guna selain untuk memukul binatang seperti ular atau untuk menahan badan kalau jalan licin.
Seperti biasa kalau sudah sampai ketempat pekerja tanya berapa buruh yang hadir, berapa kira2 dapat pucuk hari ini . Biasanya juragan punya pemetik favorit. Mandor siap2 saja kalau juragan sudah menanyakannya. Juragan akan menjauh dari kumpulan buruh lainnya menuju kebatas kebun/ dangdang dan dengan sigap si mandor akan menyuruh pemetik favoritnya itu untuk mendekati juragan. Apa yang terjadi hanya mereka yang tahu yang pasti jas hujan sangat berjasa.
Atau juragan akan pura2 ketinggalan tongkatnya dan si mandor sudah tahu si favorit itu yang harus mengantarkannya ke gedung. Besoknya si mandor akan dapat persenan dari si pemetik.

Jangan salah itu dahulu jaman meneer.

Senin, 01 Februari 2010

SIAPA YANG SAKIT?????

Masih ingat si ibu di PA?? Achirnya aku bisa mengenal si ibu itu lebih dekat. Memang dia sedang proses gugatan cerai terhadap suaminya. Suaminya ternyata punya WIL dan sudah berlangsung hampir delapan tahun. Awal2nya mereka hanya satu Direksi, tapi achirnya mereka bisa satu kantor, satu bagian dan masih satu direksi dan satu ruangan. Yang aku heran WIL nya itu sudah punya suami, sudah punya anak dan hubungannya ini diketahui oleh si suami, malah oleh orang tuanya. Heran!!! Suami si ibu diterima dengan manis di keluarga si Wil dengan perlakuan2 suamiku mengurus ibunya yang sakit di RS, suami si ibu selalu hadir setiap saat dikeluarga si WIL nya, sedangkan bagi si ibu dan anak2 tidak ada waktu sedetikpun. Bagaimana tidak, suami si ibu selalu pulang malam diatas jam 22.00, dimana si ibu sendiri sudah tidur, apalagi anak2nya. Kata si ibu tidak mengapa pulang malam, kalau terus tidur, ini mah malah terus ber HP ria ditengah rumah sampai ketiduran di sofa, sehingga lupa shalat Subuh. Masya Allah. Kalau oleh si ibu ditegur, pasti kalau tidak marah, diam...diam...diam.
Bagaimana perilaku WIL?? Pasti marah besar kalau ketahuan PIL nya berkomunikasi dengan isterinya, demikian pula kalau mendengar/mengetahui anak2nya minta uang untuk keperluan sekolah.Akibatnya? SMS bertubi-tubi masuk ke HP si ibu atau kepada anak2nya. Mending kalau isi SMS nya itu sopan, ini mah kurang ajar, seperti dikirimkan oleh orang yang tidak berpendidikan, padahal si Wil ini lulusan S2. Kata2nya kasar." Anak2 lu tahunya hanya minta duit...duit." atau "Minta tuh sama selingkuhan ibu mu"." Bilangin sama ibumu ,bapakmu utangnya udah selaput hulu, bantu2 dong, jualan lotek kek!" Ya, anak-anak minta duit ke bapaknya, kenapa marah? Siapa sih yang selingkuh? Kenapa tidak mengurus rumah tangganya sendiri, malah mengurus rumah tangga orang. Ada apa dengan mu WIL? Belum lagi berjibun SMS dan e-mail yang menggambarkan memang suamiku punya WIL, kata si ibu.
Kurang ajirnya si WIL ini suka mengirimkan SMS kepada anak2 si ibu atau kepada si ibu itu sendiri yang, padahal TIDAK PERNAH dibalas. Pendapat si ibu kalau dibalas sama saja GELO na. Kadang si WIL ini mengatasnamakan suami si ibu atau mengatasnamakan putra2nya. Padahal si ibu itu tahu, walaupun bagaimana marahnya suaminya itu tidak akan bicara seperti itu demikian pula anak2nya tidak pernah mengirimkan SMS kepada si Wil atau membalas SMS si Wil. Rupanya si Wil tukang menghayal berhayal jadi isteri yang baik yang care terhadap suami dan anak2nya, padahal si tukang selingkuh. Rumah tangga orang dipikirin, rumah tangganya sendiri amburadul, kasihan suaminya dikibuli terus.......atau ada konspirasi????
Kalaupun SMS dan E-mail nya ditulis disini mungkin tidak akan cukup lima lembar, jadi kalau ingin tahu cari saja si ibu itu.

Walaupun sudah banyak bukti2 yang mendukung perselingkuhan suami si ibu itu, si ibu itu tetap bertahan dengan harapan semoga suaminya cepat sadar ,bahwa yang diperbuatnya itu penuh dosa. " Biarlah ibu serahkan saja kepada Allah, Allah maha tahu!"

Tapi achirnya kesabaran si ibu itu jebol juga, setelah suaminya mengambil mobil yang tadinya diberikan kepada si ibu, yang ternyata mobil itu diberikan kepada si Wil dan omongannya telah nyerempet2 kepada kehormatan keluarga. Coba saja simak SMS nya si Pil ke Wil:
= Maki2 depan rumah sampai tetangga dengar gara2 Pil ambil mobil Wil. Pil malu dan marah. ORANG GILA!
= Sampai kapanpun Pil tetap pilih Wil. Makanya Pil keluar dari rumah.
= Pil tidak akan pernah lagi ngahiji dengan nya.
= Pil akan minta tolong MAMAH untuk ngembaliin dia kekeluarganya. Hanya Wil harapan Pil.

Menyikapi hal ini baru si ibu minta tolong sama keluarganya untuk menyelesaikan masalahnya. Jelas keluarganya tersinggung. Tidak! Tidak ada turunan edan! Kami keluarga baik2.

Keluarga si ibu melihat kenyataan dan data yang diketahuinya timbul pertanyaan: Dari kasus ini siapa yang Sakit????. Si Pil yang sampai lupa anak isteri, si Wil yang telah merusak rumah tangga orang dan merusak rumah tangganya sendiri, si suami Wil yang membiarkan isterinya berselingkuh, orang tua si Wil yang membiarkan anaknya berkelakuan demikian atau si ibu yang hampir delapan tahun dizholimi diam saja?????

Aku tak ambil pusing walaupun ceritanya belum selesai, karena si ibu keburu pindah ke Jakarta.
Nanti saja disambung kalau ketemu si ibu itu.
Hanya saja aku menyarankan kepada si ibu dan anak2nya agar konsultasi dengan psykolog atau psykiater melihat penyimpangan2an suami terlalu lama hampir delapan tahun. Demikian pula kepada keluarga si Wil agar diperiksa psykolog/psykiater mulai si Wil, suaminya, orang tuanya dan tentu saja si Pil.
Kepada Pimpinan kantor si Wil/Pil coba perhatikan karyawannya jangan sampai berbuat demikian, masa tidak tahu?!?!? Demi nama baik kantor juga! Ini bukan sinetron! Ada-ada saja!!!!

Rabu, 27 Januari 2010

WAMILDA

Pada waktu itu pegawai Stafnya banyak yang bujangan. Ada kang Kosasih yang sudah pegang Afdeling, ada kang Asep Ruchiat, Employe Teknik tukang mengawasi mesin2, ada kang Bung Rugebreght, employe Teknik tukang bangunan2, ada kang Lily Segly,Employe Administrasi, ada
Adang Abdurrachman,Employe Kebun, ada Anis Hadisupeno dan ada saya Kuswara Basar. Sebagai pimpinan bujangan adalah Mas Sunardi Djajaatmaja, Kepala Teknik. Sengaja beliau yang kita tunjuk supaya ada kemudahan, karena beliau ada kendaraan dinas, jadi kalau pingin lotek Pangalengan ngolo beliau. Waktu senggang,maka bujangan2 ini kumpul dirumah beliau, biasa makan2 mie pakai MAGGI. Maggi barang langka pada waktu itu mah. Bujangan2 yang lainnya ditempatkan disuatu rumah, kecuali kang Asep dan kang Bung. Kami2 ini tergabung dalamPBB, Persatuan Bujang Bingung.
Pada waktu itu musimnya singkatan2 Hansip,Danyon,Danton,Danru,Wamil dan lainnya seperti WAKUNCAR, wajib kunjung pacar untung bagi yang sudah punya pacar kalaupun ada jauh tidak tentu sebulan sekali dikunjungi. Yang sering adalah WAMILDA, dimana kalau dirumah sudah bosan dengan makan yang itu2 juga, maka pada waktu jam makan biasanya menjelang malam maka kita2 ini berkunjung kepada para senior untuk ikut WAjib MILu DAhar. Untung para senior kita udah pada maklum. Hahahahha.

Jumat, 22 Januari 2010

Masih cerita ringan

Pada waktu itu Perkebunan mendapat mesin pengeringan baru merk Siroco untuk mengganti mesin pengeringan lama yang rendah kapasitasnya dan old mode. Pemasangannya cukup lama memerlukan beberapa minggu. Setelah selesai masa percobaan maka dipakai dengan full capacity.
Semua jenis teh dikeringkan disini mulai dari bubuk 1, bubuk 2, bubuk 3,panengah 1, panengah 2. Selesai mengeringkan biasanya sudah agak malam dan pabrik sudah mulai agak sepi tinggal beberapa orang saja yaitu karyawan pengeringan. Selesai mengeringkan temperatur mesin pengeringan akan tinggi terutama pada pipa pengeluaran debu yang membentang diatas mesin pengeringan.Nah pada saat itu terlihat bayangan orang sedang ucang2an diatas pipa itu dan terdengar seperti orang sedang mengaji. Karena terlihat dan terdengar oleh banyak orang, maka ributlah di Pabrik. Ruang pengeringan diperiksa demikian pula mesin pengeringannya kalau benar2 ada orangnya. Tapi dicari-caripun tidak ketemu dan mana mungkin, pipa itu jangankan diduduki lewat saja panasnya bukan main. Tersebar berita di pengeringan aya jurigan, akibatnya karyawan pada takut, terutama karyawan wanita dari bagian sortasi, karena kalau mau kerja harus lewat ruang pengeringan. Akibatnya ada karyawan yang kesiangan,yang mangkir yang malas dengan alasan takut.........jurig.
Untuk menetralisir keadaan untuk memberikan sugesti kepada karyawan, maka diadakan pengajian dan doa bersama demi keselamatan seluruh karyawan. Tapi masih saja ada sebagian karyawan yang masih sangsi....jurignya masih ada.... didatangkanlah orang pintar. Setelah berkomunikasi dengan jurig itu, dikatakannya......belong ini terbuat dari besi mungkin saja pada waktu peleburan jadi besi terjadi kecelakaan yang menyebbkan kematian dan rohnya terus nempel di besi tsb.. Setelah jadi mesin pengeringan diangkut dengan kapal laut dan diperjalanan numpang lewat di Pakistan dan ikutlah dia itu jalan2 dari Pakistan...Tanjung Priuk dan sampai achirnya di Perkebunan Malabar......jadi jurig Pakistan!Ada-ada saja!!??.

Cerita ringan di Perkebunan

Perkebunan sumber cerita dari mulai cerita misteri,cerita ringan,cerita.....porno. Mulai dari cerita ringan saja. Pada waktu mulai kerja dan aku ditempatkan di Pabrik, aku baca Business News yang terbitnya juga masih sederhana, di kertas edaran tertulis : Untuk dibaca: Seluruh Staf! Disana tercantum nama Yohan Rugebreght. Aku pikir ...kok masih ada Belandanya.Padahal Perkebuan itu baru diambil alih dan staf2 Belandanya pada pulang ke Belandan atau ke Afrika membuka Perkebunan Teh baru. Aku bayangkan orangnya putih, tinggi, hidung mancung,mata biru,ngomongnya Indonesia Belanda. Pada waktu rapat aku dikenalkan dengan Staf2 yang sudah ada diantaranya Yohan Rugebreght. Bapak Administratur waktu mengenalkan beliau sambil tersenyum dan akupun rada bengong, karena yang aku sangkakan beliau itu yang Namanya Yohan Rugebreght adalah orang Belanda, ternyata wong Ambon dari Bandung,bicaranya juga bisa basa Sunda..........Walanda Hideung. Memang kulitnya hitam ....manis, sorot matanya tajam, setia,tegas dan ngotot. Ke ngototannya dibuktikannya waktu dia mau nikah dia berkeinginan isterinya orang Sunda, walaupun sudah dua kali gagal mendapatkan isteri orang Sunda, achirnya berkat kengototannya itu dia berhasil mendapatkan orang Sunda, walaupun harus di.....sunat. Semoga arwah beliau diterima disisinya dan dimaafkan segala kesalahannya dan diampuni segala dosa2nya, karena kang Abung panggilan akrabnya telah meninggal dunia beberapa puluh tahun yang lalu.