Pada waktu itu Perkebunan mendapat mesin pengeringan baru merk Siroco untuk mengganti mesin pengeringan lama yang rendah kapasitasnya dan old mode. Pemasangannya cukup lama memerlukan beberapa minggu. Setelah selesai masa percobaan maka dipakai dengan full capacity.
Semua jenis teh dikeringkan disini mulai dari bubuk 1, bubuk 2, bubuk 3,panengah 1, panengah 2. Selesai mengeringkan biasanya sudah agak malam dan pabrik sudah mulai agak sepi tinggal beberapa orang saja yaitu karyawan pengeringan. Selesai mengeringkan temperatur mesin pengeringan akan tinggi terutama pada pipa pengeluaran debu yang membentang diatas mesin pengeringan.Nah pada saat itu terlihat bayangan orang sedang ucang2an diatas pipa itu dan terdengar seperti orang sedang mengaji. Karena terlihat dan terdengar oleh banyak orang, maka ributlah di Pabrik. Ruang pengeringan diperiksa demikian pula mesin pengeringannya kalau benar2 ada orangnya. Tapi dicari-caripun tidak ketemu dan mana mungkin, pipa itu jangankan diduduki lewat saja panasnya bukan main. Tersebar berita di pengeringan aya jurigan, akibatnya karyawan pada takut, terutama karyawan wanita dari bagian sortasi, karena kalau mau kerja harus lewat ruang pengeringan. Akibatnya ada karyawan yang kesiangan,yang mangkir yang malas dengan alasan takut.........jurig.
Untuk menetralisir keadaan untuk memberikan sugesti kepada karyawan, maka diadakan pengajian dan doa bersama demi keselamatan seluruh karyawan. Tapi masih saja ada sebagian karyawan yang masih sangsi....jurignya masih ada.... didatangkanlah orang pintar. Setelah berkomunikasi dengan jurig itu, dikatakannya......belong ini terbuat dari besi mungkin saja pada waktu peleburan jadi besi terjadi kecelakaan yang menyebbkan kematian dan rohnya terus nempel di besi tsb.. Setelah jadi mesin pengeringan diangkut dengan kapal laut dan diperjalanan numpang lewat di Pakistan dan ikutlah dia itu jalan2 dari Pakistan...Tanjung Priuk dan sampai achirnya di Perkebunan Malabar......jadi jurig Pakistan!Ada-ada saja!!??.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar