Rabu, 10 Februari 2010

Cerita hantu????

Cerita tentang hantu?? Perkebunan gudangnya. Mau hantu di kebun,hantu di rumah, hantu di pabrik, hantu di bengkel. Lengkaplah asal percaya saja.
Tiap blok kebun punya cerita sendiri-sendiri. Ada blok kebun yang tidak boleh ribut atau ada pula blok kebun yang tidak boleh menyebut harimau/maung, harus nyebut leuleusan atau tidak boleh menyebut kucing nanti akan lebih banyak lagi kucing yang kelihatan.
Waktu metik di blok kebun Pasir Angin ada Legok Haji. Nah disini tidak boleh ribut harus tenang dan tertib. Begitulah pemetik tanpa sadar mereka sudah pada ribut ada yang ngahariring, ada yang berteriak-teriak agar sama2 menuju kelamping untuk memetik, ada pula yang sedang bercerita cerita di radio tadi malam. Pokoknya ribut saja ditempat metik tsb.
Tiba2 ada pemetik yang berteriak-teriak dan menjerit-jerit, rupanya dia kesurupan,kemasukan setan. Mandor sewot marah2:" Ceuk aing oge ulah garandeng, teu ngagugu. Ngambek tah eyang haji". kata saya juga jangan ribut, tidak menurut, jadi Eyang Haji marah. Untungnya saya punya mandor besar yang sedikit punya ilmu. Setelah berkomunikasi dengan pemetik, baca2 jampi, achirnya si pemetik itu siuman dan sadar kembali.
Saya tanya sama mandor besar ada apa dan mengapa? Dengan enteng mandor besar menjawab:
"Dia kesiangan lupa makan pagi. Salatri".

Secara periodik ibuku suka datang kerumahku. Aku masih bujangan dan menempati rumah cukup luas,ada 3 kamar tidur,dapur, kamar mandi 2, ruang tamu menyatu dengan ruang keluarga dan ruang makan. Rumahku dari lantai papan, sehingga kalau berjalan akan kedengaran duk...duk...duk. Apalagi aku suka pakai sepatu kebun yang ada pakunya.
Seperti biasa aku pagi2 sudah berangkat kerja meninggalkan ibuku sendiri dirumah ditemani pembantu rumah. Hari itu karena kesibukanku tidak pulang istirahat, nanti saja sekalian pulang karena ada ibuku. Waktu aku pulang ibuku bertanya, apakah aku tadi pulang dulu ke rumah?
Ada apa mak? Dikiranya aku yang pulang, karena waktu ibuku didapur terdengar seperti yang membuka pintu dan terdengar seperti orang yang berjalan.....duk....duk....duk.
Aku tanya sama ibuku, jam berapa? Jawabnya jam 11.00! Pantas tadi aku dikebun ingat kerumah terus, ingat ada ibuku dirumah, jadi yang datang tadi itu hayalanku, bukan juragan Boscha. Hahhaha!!!

Malam minggu aku bermaksud menginap di rumah kang Kosasih, karena dia masih bujangan, sudah jadi Employe Kebun jadi sudah menempati rumah sendiri. Dari rumahku aku ikut kang Kosasih naik motor Sparta, belum ada Honda-Hondaan menuju kerumahnya. Sore itu hujan mengguyur seluruh kebun, sehingga aku agak terlambat menuju rumah kang Kosasih, menunggu hujan reda dulu. Baru menjelang malam hujan reda dan aku bersama kang Kosasih berboncengan naik motor. Aku yang dibonceng sehingga bebas melihat kedepan, karena kiri kanan dan belakang gelap, tidak ada kendaraan lain kecuali motor kang Kosasih itu. Habis hujan, dikanan kiri gelap, aspal bekas tersiram hujan yang tersorot lampu motor menimbulkan asap yang membayangkan sensasi tersendiri. Dari jauh kelihatan sekelebat seperti orang yang berjalan berkerudung sarung , aku katakan kepada kang Kosasih: " Awas orang Kang, kasih dim! Jelas sekali orang itu dari jauh, motor makin dekat....makin dekat.......sekejap orang itu ....hilang. Kemana larinya jalan didepan kelihatan jelas!
Jangan,jangan! Sesampainya dirumah kang Kosasih, malam itu juga dipanggil mang IUN Mandor Besarnya kang Kosasih. Orangnya sudah tua dan sudah lama bekerja disana bisa dibilang dia itu arsip nya untuk daerah itu. Dia akan tahu segala hal yang terjadi disana. Benar saja setelah aku tanya Ada apa dikebun blok itu? Maka jawabnya" Iya Gan; aku dipanggil Juragan,padahal umurku baru 20 tahun, diblok kebun itu si Salim katinggang pangpung tangkal saninten dugi ka maot sapadaharita! si Salim tertimpa ranting pohon saninten sampai meninggal. Pantas saja! Jadi yang tadi itu arwahnya mang Salim, Semoga diterima disisiMU ya Allah!!

Senin, 08 Februari 2010

Juragan ageung!

Banyak cerita mengenai perilaku juragan kontrak baheula, mulai yang humanis, feodal dan por....on.
Dahulu kalau mau lewat ke halaman rumah juragan Ageung, pasti lewat jalan hideung/jalan aspal. Nah di jalan hideung itu diberi tanda garis melintang jalan, garis yang pertama kalau yang naik sepeda harus turun, garis yang kedua yang memakai totopong, tutup kepala harus dibuka dan sambil agak membungkuk melewati rumah juragan ageung sampai garis yang ketiga totopong baru bisa dipakai lagi dan pada garis yang keempat yang naik sepeda bisa menaiki sepedanya lagi. Lucunya dirumah juragan ageung itu tidak ada siapa2, karena juragan Ageung sedang ada di Batavia atau Nederland sedang yang ada dirumah kalau tidak jongos.........ya si Doggie anjing herdernya. Lumayan menghormat mang jongos, bukan anjing lho!

Ada pula yang penyayang binatang, dihalaman rumahnya dipelihara berbagai binatang seperti burung dan rusa. Kalau jam2 makan si rusa itu sudah mengerti dan akan mendekati rumah, karena juragan ageung pasti akan memberi makan hewan2 tsb.ditemani tukang kebun.
Waktu mengontrol kebun, kalau menemukan anak burung yang jatuh, pasti akan menyuruh siapa saja yang ada didekatnya untuk mengembalikan anak burung itu kesarangnya dan diberi persen uang. Nah, kebaikan juragan ini dimanfaatkan anak2. Bila tahu juragan akan lewat, maka diperjalanan akan dicegat dan sambil pura2 nangis akan diperlihatkan anak burung tsb.
"Seh barudak eta manuk uihkeun deui kana sayangna. Karunya!" kata juragan sambil memberi uang kepada anak2 tsb. Juragan berlalu anak2 bersorak dapat uang dan akan berulang lagi pada hari lainnya. Dasar barudak, berani ngibulin juragan.

Anak burung jatuh dari sarangnya, adalah mungkin, karena lingkungan pada waktu itu tetap dijaga. Selain kebun teh, hutan2 cadangan masih dipelihara pohon2 masih dibiarkan tumbuh, sehingga suasana lingkungan rindang sehingga populasi burung tetap terjaga. Tidak jarang ayam kasintu, cangehgar ; ayam hutan bersatu dengan ayam kampung. Kokok ayam hutan dan suara burung akan menghiasi lingkungan kebun sepanjang hari.
Sumber2 air dijaga dan dipelihara, pohon2 sekelilingnya dibiarkan tumbuh ranting2nyapun dilarang diambil. Jangan heran pada waktu itu pemeo beredar dimayarakat:" Awas jangan ambil kayu bakar disana.......angker........banyak ularnya", sekedar untuk menjaga lingkungan.Dan dipercaya oleh masyarakat, bagaimana sekarang????

Adapula perilaku juragan yang nyeleneh. Beliau ini kalau mau marah pasti minta maaf dulu. Padahal orangnya tinggi besar suara marahnya keras dan melengking: " Seh Agum hapunten juragan bade bendu". Barulah beliau mengutarakan kemarahannya, karena tidak setuju dengan hasil kerja kita. Tak jarang pula kalau sudah marah memberi serutu! Tiap saat saja marah Meneer!!!

Banyak pula juragan2 ini tidak membawa isterinya ke Onderneming, kalau tidak di negeri Belanda di Batavia isteri2nya ditempatkan, jadi dia sendirian di kebun. Atau mereka2 yang masih bujangan. Nah juragan2 ini yang suka usil dengan buruh-buruh wanita baik pemetik maupun pabrik/sortasi.
Bagi mereka suatu kebanggaan kalau kaanggo oleh juragan. Mereka akan senang kalau disuruh ke gedung; rumah juragan, karena pulangnya pasti diberi uang atau pakaian. Apa yang dikerjakan dirumah juragan? Entahlah hanya mereka yang tahu.

Kalau mengontrol kebun seperti biasa dengan pakaian lengkap. Topi juragan, stelan seperti safari, sepatu jangkung, tidak lupa jas hujan dan teteken/iteuk/tongkat tangan, tongkat serba guna selain untuk memukul binatang seperti ular atau untuk menahan badan kalau jalan licin.
Seperti biasa kalau sudah sampai ketempat pekerja tanya berapa buruh yang hadir, berapa kira2 dapat pucuk hari ini . Biasanya juragan punya pemetik favorit. Mandor siap2 saja kalau juragan sudah menanyakannya. Juragan akan menjauh dari kumpulan buruh lainnya menuju kebatas kebun/ dangdang dan dengan sigap si mandor akan menyuruh pemetik favoritnya itu untuk mendekati juragan. Apa yang terjadi hanya mereka yang tahu yang pasti jas hujan sangat berjasa.
Atau juragan akan pura2 ketinggalan tongkatnya dan si mandor sudah tahu si favorit itu yang harus mengantarkannya ke gedung. Besoknya si mandor akan dapat persenan dari si pemetik.

Jangan salah itu dahulu jaman meneer.

Senin, 01 Februari 2010

SIAPA YANG SAKIT?????

Masih ingat si ibu di PA?? Achirnya aku bisa mengenal si ibu itu lebih dekat. Memang dia sedang proses gugatan cerai terhadap suaminya. Suaminya ternyata punya WIL dan sudah berlangsung hampir delapan tahun. Awal2nya mereka hanya satu Direksi, tapi achirnya mereka bisa satu kantor, satu bagian dan masih satu direksi dan satu ruangan. Yang aku heran WIL nya itu sudah punya suami, sudah punya anak dan hubungannya ini diketahui oleh si suami, malah oleh orang tuanya. Heran!!! Suami si ibu diterima dengan manis di keluarga si Wil dengan perlakuan2 suamiku mengurus ibunya yang sakit di RS, suami si ibu selalu hadir setiap saat dikeluarga si WIL nya, sedangkan bagi si ibu dan anak2 tidak ada waktu sedetikpun. Bagaimana tidak, suami si ibu selalu pulang malam diatas jam 22.00, dimana si ibu sendiri sudah tidur, apalagi anak2nya. Kata si ibu tidak mengapa pulang malam, kalau terus tidur, ini mah malah terus ber HP ria ditengah rumah sampai ketiduran di sofa, sehingga lupa shalat Subuh. Masya Allah. Kalau oleh si ibu ditegur, pasti kalau tidak marah, diam...diam...diam.
Bagaimana perilaku WIL?? Pasti marah besar kalau ketahuan PIL nya berkomunikasi dengan isterinya, demikian pula kalau mendengar/mengetahui anak2nya minta uang untuk keperluan sekolah.Akibatnya? SMS bertubi-tubi masuk ke HP si ibu atau kepada anak2nya. Mending kalau isi SMS nya itu sopan, ini mah kurang ajar, seperti dikirimkan oleh orang yang tidak berpendidikan, padahal si Wil ini lulusan S2. Kata2nya kasar." Anak2 lu tahunya hanya minta duit...duit." atau "Minta tuh sama selingkuhan ibu mu"." Bilangin sama ibumu ,bapakmu utangnya udah selaput hulu, bantu2 dong, jualan lotek kek!" Ya, anak-anak minta duit ke bapaknya, kenapa marah? Siapa sih yang selingkuh? Kenapa tidak mengurus rumah tangganya sendiri, malah mengurus rumah tangga orang. Ada apa dengan mu WIL? Belum lagi berjibun SMS dan e-mail yang menggambarkan memang suamiku punya WIL, kata si ibu.
Kurang ajirnya si WIL ini suka mengirimkan SMS kepada anak2 si ibu atau kepada si ibu itu sendiri yang, padahal TIDAK PERNAH dibalas. Pendapat si ibu kalau dibalas sama saja GELO na. Kadang si WIL ini mengatasnamakan suami si ibu atau mengatasnamakan putra2nya. Padahal si ibu itu tahu, walaupun bagaimana marahnya suaminya itu tidak akan bicara seperti itu demikian pula anak2nya tidak pernah mengirimkan SMS kepada si Wil atau membalas SMS si Wil. Rupanya si Wil tukang menghayal berhayal jadi isteri yang baik yang care terhadap suami dan anak2nya, padahal si tukang selingkuh. Rumah tangga orang dipikirin, rumah tangganya sendiri amburadul, kasihan suaminya dikibuli terus.......atau ada konspirasi????
Kalaupun SMS dan E-mail nya ditulis disini mungkin tidak akan cukup lima lembar, jadi kalau ingin tahu cari saja si ibu itu.

Walaupun sudah banyak bukti2 yang mendukung perselingkuhan suami si ibu itu, si ibu itu tetap bertahan dengan harapan semoga suaminya cepat sadar ,bahwa yang diperbuatnya itu penuh dosa. " Biarlah ibu serahkan saja kepada Allah, Allah maha tahu!"

Tapi achirnya kesabaran si ibu itu jebol juga, setelah suaminya mengambil mobil yang tadinya diberikan kepada si ibu, yang ternyata mobil itu diberikan kepada si Wil dan omongannya telah nyerempet2 kepada kehormatan keluarga. Coba saja simak SMS nya si Pil ke Wil:
= Maki2 depan rumah sampai tetangga dengar gara2 Pil ambil mobil Wil. Pil malu dan marah. ORANG GILA!
= Sampai kapanpun Pil tetap pilih Wil. Makanya Pil keluar dari rumah.
= Pil tidak akan pernah lagi ngahiji dengan nya.
= Pil akan minta tolong MAMAH untuk ngembaliin dia kekeluarganya. Hanya Wil harapan Pil.

Menyikapi hal ini baru si ibu minta tolong sama keluarganya untuk menyelesaikan masalahnya. Jelas keluarganya tersinggung. Tidak! Tidak ada turunan edan! Kami keluarga baik2.

Keluarga si ibu melihat kenyataan dan data yang diketahuinya timbul pertanyaan: Dari kasus ini siapa yang Sakit????. Si Pil yang sampai lupa anak isteri, si Wil yang telah merusak rumah tangga orang dan merusak rumah tangganya sendiri, si suami Wil yang membiarkan isterinya berselingkuh, orang tua si Wil yang membiarkan anaknya berkelakuan demikian atau si ibu yang hampir delapan tahun dizholimi diam saja?????

Aku tak ambil pusing walaupun ceritanya belum selesai, karena si ibu keburu pindah ke Jakarta.
Nanti saja disambung kalau ketemu si ibu itu.
Hanya saja aku menyarankan kepada si ibu dan anak2nya agar konsultasi dengan psykolog atau psykiater melihat penyimpangan2an suami terlalu lama hampir delapan tahun. Demikian pula kepada keluarga si Wil agar diperiksa psykolog/psykiater mulai si Wil, suaminya, orang tuanya dan tentu saja si Pil.
Kepada Pimpinan kantor si Wil/Pil coba perhatikan karyawannya jangan sampai berbuat demikian, masa tidak tahu?!?!? Demi nama baik kantor juga! Ini bukan sinetron! Ada-ada saja!!!!

Rabu, 27 Januari 2010

WAMILDA

Pada waktu itu pegawai Stafnya banyak yang bujangan. Ada kang Kosasih yang sudah pegang Afdeling, ada kang Asep Ruchiat, Employe Teknik tukang mengawasi mesin2, ada kang Bung Rugebreght, employe Teknik tukang bangunan2, ada kang Lily Segly,Employe Administrasi, ada
Adang Abdurrachman,Employe Kebun, ada Anis Hadisupeno dan ada saya Kuswara Basar. Sebagai pimpinan bujangan adalah Mas Sunardi Djajaatmaja, Kepala Teknik. Sengaja beliau yang kita tunjuk supaya ada kemudahan, karena beliau ada kendaraan dinas, jadi kalau pingin lotek Pangalengan ngolo beliau. Waktu senggang,maka bujangan2 ini kumpul dirumah beliau, biasa makan2 mie pakai MAGGI. Maggi barang langka pada waktu itu mah. Bujangan2 yang lainnya ditempatkan disuatu rumah, kecuali kang Asep dan kang Bung. Kami2 ini tergabung dalamPBB, Persatuan Bujang Bingung.
Pada waktu itu musimnya singkatan2 Hansip,Danyon,Danton,Danru,Wamil dan lainnya seperti WAKUNCAR, wajib kunjung pacar untung bagi yang sudah punya pacar kalaupun ada jauh tidak tentu sebulan sekali dikunjungi. Yang sering adalah WAMILDA, dimana kalau dirumah sudah bosan dengan makan yang itu2 juga, maka pada waktu jam makan biasanya menjelang malam maka kita2 ini berkunjung kepada para senior untuk ikut WAjib MILu DAhar. Untung para senior kita udah pada maklum. Hahahahha.

Jumat, 22 Januari 2010

Masih cerita ringan

Pada waktu itu Perkebunan mendapat mesin pengeringan baru merk Siroco untuk mengganti mesin pengeringan lama yang rendah kapasitasnya dan old mode. Pemasangannya cukup lama memerlukan beberapa minggu. Setelah selesai masa percobaan maka dipakai dengan full capacity.
Semua jenis teh dikeringkan disini mulai dari bubuk 1, bubuk 2, bubuk 3,panengah 1, panengah 2. Selesai mengeringkan biasanya sudah agak malam dan pabrik sudah mulai agak sepi tinggal beberapa orang saja yaitu karyawan pengeringan. Selesai mengeringkan temperatur mesin pengeringan akan tinggi terutama pada pipa pengeluaran debu yang membentang diatas mesin pengeringan.Nah pada saat itu terlihat bayangan orang sedang ucang2an diatas pipa itu dan terdengar seperti orang sedang mengaji. Karena terlihat dan terdengar oleh banyak orang, maka ributlah di Pabrik. Ruang pengeringan diperiksa demikian pula mesin pengeringannya kalau benar2 ada orangnya. Tapi dicari-caripun tidak ketemu dan mana mungkin, pipa itu jangankan diduduki lewat saja panasnya bukan main. Tersebar berita di pengeringan aya jurigan, akibatnya karyawan pada takut, terutama karyawan wanita dari bagian sortasi, karena kalau mau kerja harus lewat ruang pengeringan. Akibatnya ada karyawan yang kesiangan,yang mangkir yang malas dengan alasan takut.........jurig.
Untuk menetralisir keadaan untuk memberikan sugesti kepada karyawan, maka diadakan pengajian dan doa bersama demi keselamatan seluruh karyawan. Tapi masih saja ada sebagian karyawan yang masih sangsi....jurignya masih ada.... didatangkanlah orang pintar. Setelah berkomunikasi dengan jurig itu, dikatakannya......belong ini terbuat dari besi mungkin saja pada waktu peleburan jadi besi terjadi kecelakaan yang menyebbkan kematian dan rohnya terus nempel di besi tsb.. Setelah jadi mesin pengeringan diangkut dengan kapal laut dan diperjalanan numpang lewat di Pakistan dan ikutlah dia itu jalan2 dari Pakistan...Tanjung Priuk dan sampai achirnya di Perkebunan Malabar......jadi jurig Pakistan!Ada-ada saja!!??.

Cerita ringan di Perkebunan

Perkebunan sumber cerita dari mulai cerita misteri,cerita ringan,cerita.....porno. Mulai dari cerita ringan saja. Pada waktu mulai kerja dan aku ditempatkan di Pabrik, aku baca Business News yang terbitnya juga masih sederhana, di kertas edaran tertulis : Untuk dibaca: Seluruh Staf! Disana tercantum nama Yohan Rugebreght. Aku pikir ...kok masih ada Belandanya.Padahal Perkebuan itu baru diambil alih dan staf2 Belandanya pada pulang ke Belandan atau ke Afrika membuka Perkebunan Teh baru. Aku bayangkan orangnya putih, tinggi, hidung mancung,mata biru,ngomongnya Indonesia Belanda. Pada waktu rapat aku dikenalkan dengan Staf2 yang sudah ada diantaranya Yohan Rugebreght. Bapak Administratur waktu mengenalkan beliau sambil tersenyum dan akupun rada bengong, karena yang aku sangkakan beliau itu yang Namanya Yohan Rugebreght adalah orang Belanda, ternyata wong Ambon dari Bandung,bicaranya juga bisa basa Sunda..........Walanda Hideung. Memang kulitnya hitam ....manis, sorot matanya tajam, setia,tegas dan ngotot. Ke ngototannya dibuktikannya waktu dia mau nikah dia berkeinginan isterinya orang Sunda, walaupun sudah dua kali gagal mendapatkan isteri orang Sunda, achirnya berkat kengototannya itu dia berhasil mendapatkan orang Sunda, walaupun harus di.....sunat. Semoga arwah beliau diterima disisinya dan dimaafkan segala kesalahannya dan diampuni segala dosa2nya, karena kang Abung panggilan akrabnya telah meninggal dunia beberapa puluh tahun yang lalu.

Selasa, 01 Desember 2009

KHAYALAN MULAI NYATA

Saya sendiri tidak merasa melamar pekerjaan, sekonyong-konyong ada panggilan dan diterima bekerja di Perusahaan Perkebunan Negara Unit Jawa Barat III. Ternyata hal itu adalah usaha dari ibu saya sendiri. Ibu pada waktu itu bertamu kerumah saudara yang saya tahu beliau adalah anggauta TNI Angkatan Darat, pernah bertugas di Batalion 330. Biasa saja obrolan ibu ngalor ngidul dan achirnya sampai kepada pembicaraan mengenai saya :" Engkus ge karek lulus ti SMEA can boga gawe". "Ari kersaeun mah Engkusna aya lowongan kangge Sinder Kebun di Perkebunan Malabar/Tanara, kangge Calon Employe Kebun". Ibuku langsung menjawab pasti si Engkus mah daekeun di Perkebunan. Ternyata ibuku punya obsesi agar saya bekerja di Perkebunan, karena terobsesi waktu di Ciamis oleh Putra-putri wa Adi KDBH pada waktu itu yang begitu lulus dari SKMA ditempatkan di Kehutanan Kabupaten.
Ternyata saudara ibu itu, biasanya kami memanggilnya mang Bini,adalahPerwira Petugas yang ditugaskan di Perusahaan Perkebunan Negara sebagai Kuasa Direksi.
Padahal padawaktu itu aku sudah bekerja di Padi Sentra dan sudah berhak dapat kredit speda tanpa motor walaupun aku baru bekerja dan masih calon pegawai. Persis aku akan diangkat jadi pegawai aku memilih bekerja di Perusahaan Perkebunan Negara, kabita harga beras cuma 1 rupiah akibatnya kredit sprda diberikan kepada calon pegawai lainnya.
Sayapun tidak menyianyiakan kesempatan ini, begitu diterima surat panggilan langsung menghadap ke Kantor di Jalan Dago Bandung dan menandatangani persetujuan untuk di tempatkan di Perkebunan Malabar/Tanara sebagai Calon Sinder Kebun.
Tanggal 15 Januari 1962 saya dijemput oleh sopir karena kebetulan waktu itu Bapak Administraturnya Bapak Oey Keng Boen rapat kerja di Kantor Direksi di Jalan Dago dan dari sana bersama dengan Bapak Administratur berangkat menuju Perkebunan Malabar.Langsung menuju rumah Administratur di Malabar; sekarang adalah quest house P.T.P.Nusantara VIII."
" Setelah makan kita istirahat dulu, lalu kita pergi ke Kantor di Tanara",begitulah kira2 kata bapak Administratur sambil beliau istirahat dan saya menunggu diruang tamu.Sambil nunggu diruang tamu saya ngebayangin rumah segede gitu hanya dihuni oleh 3 orang , pak Oey, ibu Oey dan putra yang bungsu yang laki2, sedang putri yang 3 lagi bersekolah di Bandung. Dari pada bengong nunggu diruang tamu saya lihat2 ruangan sekitar. Ada photo keluarga pak Oey Keng Boen, ada photo pemandangan kalau dilihat seperti di negeri Belanda, ada photo jelas orang Belanda, matanya tajam, bentuk mukanya bulat dan berkumis.......pasti ini Meneer K.A.R.BOSCHA, Administratur pertama Perkebunan Malabar, sambil bergurau dalam hati akupun memperkenalkan diri pada beliau dan akupun ingin seperti beliau jadi Administratur....hahaha. Tapi ingat hayalan anak kecil waktu mendorong mobil karena banjir di Pameungpeuk sebagian sudah terlaksana aku jadi pegawai perkebunan,jadi pegawai ondernimeng, jadi pegawai kontrak, siapa tahu hayalanku akan terlaksana. Bagaimana tidak Perkebunan identik dengan tanaman pasti diperlukan orang-orang yang mempunyai dasar pertanian/perkebunan/kehutanan, sedangkan aku sendiri jebolan SMEA.......mana bisa!!??.

Achirnya aku diterima jadi warga Perkebunan Malabar, setelah aku dikenalkan dengan Staf Perkebunan Malabar.Sebagai orang kedua/ Cheff Anplant/Wakil Administratur adalah Bapak R.Maryun Natadiningrat, Kepala Administrasi Bapak Agoem Sasmita, Kepala Pabrik Bapak Rohadi,Kepala Teknik Bapak R.Soenardi Djayaatmaja,Employe Kebun Bapak R.Hartoyo,Bapak Achmad Djayadikarta,Bapak Kosasih Djenar,Adang Abdurrachman,Bapak E.Uro, Yohan Rugebreght, Kang Asep Ruchiat, Bapak Darmin, Kang Lili Segly, Bapak Andi Wiramiharja, Anis Hadisupeno dan yang lainnya...maaf kalu aku lupa....abis udah hampir 48 tahun yang lalu. Ajiiiir!!.

Penjelasan dari Administratur sebagai calon employe, maka harus mempelajari pengolahan teh, administrasi dan tanaman, sedangkan untuk bidang teknik tidak diharuskan dan dilaksankan secara bergilir.
Giliran pertama saya harus mempelajari pengolahan teh, maka saya ditempatkan di Pabrik dibawah bimbingan Kepala Pabrik Bapak Rohadi dan Sinder Pabrik Bapak Daud. Saya harus mempelajari proses pengolahan teh mulai dari meber, melayukan, menggiling, mengeringkan,pemilihan ,pengepakan dan pengeluaran hasil ahir keluar Pabrik.
Ilmunya harus cari sendiri dengan cara memperhatikan pengolahan,banyak bertanya baik keatasan maupun ke Mandor Besar, Mandor dimana perlu kepada karyawan dan membaca buku-buku. Dan inipun berlaku dibagian lainnya seperti di Administrasi maupun ditanaman.

Beda sekali dengan penerimaan calon pegawai masa kini, selain disesuaikan dasar pendidikannya
kebanyakan sarjana diberi kesempatan mempelajari semua komoditi selama 1 tahun sebelum diangkat jadi pegawai Staf.

Setelah dari Pabrik saya ditempatkan di administrasi untuk mempelajari alur admistrasi di Perkebunan. Yang ada di bagian Administrasi adalah bagian TAtaBuku INduk/Tabin, ada Kasir, ada bagian umum dan ada bagian Gudang. Tidak terlalu sulit karena disini dikerjakan oleh manusia. Belum ada komputer seperti sekarang ini, semua dikerjakan kalau tidak di tik dengan tulisan tangan. Kalkulator masih asing yang ada hanya mesin jumlah.Yang agak canggih ada mesin FACIT dia bisa menambah,mengurangi,membagi asal bisa mengoperasikannya dan tidak semua orang bisa mengoperasikannya.
Laporan-laporan ditulis dengan pencil tinta rangkap dua dengan karbon. Tidak boleh dihapus, jadi jangan salah!

Saya pernah ditugaskan sebagai pemegang kas.Semua keluar masuk uang harus melalui kasir dan kasir hanya dapat mengeluarkan uang setelah disetujui oleh Administratur. Selain mengeluarkan uang saya juga ditugaskan untuk menyimpan dokumen2 yang sifatnya rahasia. Mulai dari surat pengajuan kenaikan pangkat, pengajuan mutasi, surat tegoran kepada Staf dan kondite pegawai staf, surat2 penting lainnya seperti Sertipikat HGU tanah dan yang lain-lainnya yanh sifatnya rahasia. Saya dituntut untuk tidak membocorkan rahasia2 tersebut........Hebat.

Selain itu saya berkewajiban untuk mengambil uang remise untuk keperluan seluruh pembayaran dan keperluan Perkebunan mulai dari membayar Gaji dan Upah karyawan juga membayar kepada pihak ketiga.
Sehari sebelumnya Perkebunan sudah memberitahukan VEEM TANJUNG PRIUK Bandung untuk menjiapkan uang dan kita tinggal mengambilnya di VTP Jalan Braga. Biasanya aku ditemani seorang karyawan dan 2 orang Polisi dari Pos Polisi Malabar sebagai pengawal. Bagaimana tidak pakai pengawal nilai remisenya pada waktu itu cukup besarrrr. Pagi2 sekali sudah berangkat langsung menuju Kantor Direksi di Jalan Dago sambil menyampaikan surat2 dan atau sample teh untuk aucktion dan keperluan lainnya ditiap bagian langsung menuju Kantor Veem Tanjung Priok di Jalan Braga yang sudah menyiapkan segala sesuatunya mulai uang besar sampai uang kecil. Bila kita lapar sambil menunggu giliran menghitung uang kami makan siang ditempat itu juga, karena dari Veem kami langsung menuju Perkebunan tanpa berhenti dijalan, karena uang hari itu juga akan dibayarkan kepada karyawan. Tanpa berhenti dijalan demi keamanan dan keselamatan. Alhamdulillah selama itu tidak pernah mendapat rintangan gangguan keamanan.
Bayangkan kalau tidak jadi bayaran hari itu, siang menjelang sore hari para karyawan sudah pada kumpul di los afdeling;aula tempat kegiatan pembagian beras, bayaran, kesenian,dakwah,pengumuman2 yang peerlu diketahui oleh seluruh karyawan mulai dari progam KB, PKK, Lingkungan untuk mencapai Desa Panca Marga sampai menjadi Desa Pancasila para pedagang sudah memenuhi tempat sekitar los, lengkap mulai dari pedagang keperluan sembako sampai keperluan sandang.
Remise yang saya bawa dari Bandung biasanya diterima dan dihitung kembali di Kantor Administrasi setelah itu baru dibagikan kebagian-bagian dan harus diambil,oleh Kepala Bagian/Employe dan di afdeling dibayarkan mandor per mandor. Sebelum dibagikan, maka harus dihitung dulu per mandor setelah cocok baru dibayarkan kepada karyawan per mandor.  Pada waktu bayaran saya kadang2 tidak mengenal lagi karyawan saya, karena mereka yang biasanya berbalut pakaian kerja pada waktu bayaran berubah kaya mau ada perayaan. Gadis2 pada berdandan dengan pakaian yang terbagus,perhiasan mulai dari kalung anting dan gelang dipakai tidak ketinggalan lippen yang merah membara demikian pula harum miyak wangi. Tak ketinggaln pula mereka2 yang setengah baya dan samppai yang sudak nenek2 memamerkan kecantikannya.
Kapan lagi dipamerkan, setiap hari sibuk kerja. Mau kekota? tranportasi dan komunikasi tidak semudah sekarang. Wah aku senang aja, apalagi lihat gadis2nya pada centil abis kepala bagiannya masih lajang. Hahaha.