Kamis, 31 Juli 2014

MINAL AIDIN WAL FAIZIN

Tidak terasa bulan Ramadhan telah berlalu. Sebulan tidak terasa, padahal penuh dengan tantanagan dan godaan. Sebulan menahan lapar dan dahaga. Malam diisi dengan taraweh dan tadarusan. Alhamdulillah semua itu bisa dilalui. Penilaiannya saya serahkan kepada Allah swt, Allah yang maha tahu, yang pengasih dan penyayang dan maha pengampun akan segala dosa2 yang saya perbuat. Kepada teman2,saudara dan yang terlibat dalam tulisan yang pernah saya buat mohon maaf yang sebesar-besarnya mungkin saja dalam tulisan saya ada yang tidak menyenangkan.Mari hari2 kedepan kita isi dengan hasil kita berpuasa .

Kamis, 10 Juli 2014

HARI ULANG TAHUN

Astagfirullah hilazim. Kalau saja tidak diingatkan oleh mantu2 dan anak2ku hampir saja lupa, bahwa bulan Juli adalah bulan bermakna bagiku. Kalau saja mantuku tidak ngirim sms pasti aku lupa bahwa hari itu , tanggal tsb. hari ulang tahunku.Terima kasih. Memang tanggal 2 juli adalah tanggal  kelahiranku menurut catatan ayahku alm.tapi yang penting lagi adalah tanggal 6 Juli, karena pada tanggal tsb.secara resmi aku menyunting  yang sekarang menjadi nenek cucu2ku. Tak kalah berartinya pada bulan Juli aku dapat SK resmi diangkat menjadi pegawai Perkebunan  setelah melalui masa percobaan selama 6 bulan. Lumayan dapat rapel. Hitung2 ternyata umurku telah mencapai umur 37  eh terbalik, dan masa pernikahanku telah mencapai 45 tahun dan umur pensiunku sudah 17 tahun, dipensiun juga pada bulan Juli. Melihat jumlah umurku peecaya tidak percaya ko sampai juga ke angka 7,padahal ayahku hanya sampai ke angka 56, adik2ku 2 orang sampai kepala 6, sedangkan kakaku 2 orang juga sampai kepala 7, memang ibuku sampai kepala 8. Terima kasih ya Allah,Engkau masih menyayangiku memberi kesempayan untuk aku bertobat. Terlalu banyak dosa2 yang aku perbuat tanpa aku sadari. Tapi walaupun demikian aku telah siap kapan Engkau akan menjemputku, awal2 aku telah mendaftar namaku telah engkau catat tinggal menunggu giliran, tapi kalau anda-anda mau lebih dahulu dengan senang hati aku merelakan. Aya2 bae. Teman2ku yang masih hidup banyak yang bertanya apa resepnya bisa panjang umur dan,,,,,,,sehat.Alhamdulillah. Apa ya   resepnya? Entahlah aku tak punya resep atau jampe panjang umur, walaupun punya mungkin tidak akan kataekan. Sombong. Tapi yang jelas aku tidak pernah ngagugulung masalah dan yang penting mensykuri hidup ini, syukuri rizki yang aku terima saat ini. Dimarahi atasan aku masih bisa menikmati musik. Keuheul ka anak buah atau temen aku masih bisa tertawa dan dengarkan musik.Tidak punya tanah 1 ha, tidak punya kolam 5.000 m2, tidak punya mobil 4 buah, tidak punya simpanan 1 M......... tidak masalah. Demikian pula tidak punya beras 1 ton, tidak punya sapi, ayam, domba, makan apa adanya, bertahun-tahun tidak nambah pendapatan bagiku tidak jadi masalah, karena yang pusing adalah isteri tersayangku. Hahaha.
Dari hasil pernikahanku selama 45 tahun, alhamdulillah telah dikurniai 4 putra. Sicikal Bar masih pdkt cari pasangan hidup, nomor dua Garry sedang menunggui Gita menunggu kelahiran putra pertamanya,yang nomor 3 Garti, momong dan menjaga anaknya yang cantik dan lucu, Aya dan Nasywa karena bapaknya Aya dan Nasywa mah bang Toyib, sedangkan si bungsu Bop dari Endah isterinya dikarunia sementara 2 putra yang lucu2 dan pinter2 Nabil dan Arik. Jadi nanti mah kalau bertemu saya yang ditanyakan itu sudah bertambah berapa cucunya. Jangan salah ya!
Walaupun demikian aku ada permintaan kepada yang maha pencipta,yang maha pengasih dan penyayang, kalaupun aku dipanggilmu menghadapmu aku ingin anaku yang bungsu Bop sudah menduduki jabatan minimal seperti aku dulu atau nungkulan cucuku yang perempuan menikah atau cucu laki2ku dikhitanan atau aku telah merayakan ulang tahun perkawinanku yang ke 50. Tapi tetap aku dan isteriku diberi kesehatan.
Usia pernikahan 45 tahun bukan waktu yang sekejap. 45 tahun penuh dengan suka ,duka,problema kehidupan, tapi kami jalani dengan penuh kegembiraan. Apakah tidak punya masalah???BANYAK! Masa dalam kehidupan berumah tangga tidak ada permasalahan. Bohong kalau selama berumah tangga tidak punya permasalahan, yang penting, bagaimana kita menyikapinya, selesaikan  dengan pemikiran tidak dengan emosi. Guruilah kedua orang tua kita.Yang baik tirulah, telandanilah, yang kurang baik  tidak usah ditiru.
Alhamdulillah diluar perkiraanku mantuku Endah dan Bop mengundang untuk merayakan 45 tahun perkawinanku dengan buka b ersama di Hotel Aston Braga. Terima kasih, semoga diulang tahun ke 5o perkawinan aku masih ada.












Jumat, 15 November 2013

PINDAH KE PERKEBUNAN DAYEUHMANGGUNG GARUT


Gara2 longsor di Perkebunan Pasir Yunghuhn dan Pabrik Teh ditutup, maka aku dimutasikan ke Perkebunan Dayeuhmanggung.Tadinya penuh harapan karena diangkat jadi Kepala Pabrik karirku akan mulus, tapi kenyataannya aku kembali ke jabatanku sebelumnya jadi Kepala Bagian Kebun. Kasihan de lu! Tanpa aku bertanya kepada atasanku, kenapa aku dimutasikan,maka sebagai karyawan yang loyal kepada perusahaan aku jalani mutasi itu, jadilah aku penghuni Perkebunan Dayeuh manggung. Dimana Perkebunan Dayeuh manggung itu? Dari kota Garut menuju jurusan Tasik,setelah lewat Cilawu dan sebelum Bojongloa belok ke sebelah kanan menuju kaki gunung Cikuray disanalah Perkebunan Dayeuh manggung kurang lebih 12 km. Terdiri dari 4 Bagian Kebun , yang terjauh adalah Kebun Cihurang kurang lebih 10 km dari Emplasemen Pabrik dan yang terdekat Bagian Kebun Tengah, sekitar Emplasemen yang lainnya adalah Bagian Pasirwaru dan Nyampay. Seebelum benar2 pindah tempat,maka aku meninjau dulu sambil sekalian lapor kepada Administratur Perkebunan Dayeuhmanggung. Setelah diterima oleh Administratur Perkebunan Dayeuh manggung aku ditempatkan di afdeling Cihurang afdeling yang terjauh disebelah timur kaki Gunung Cikuray. Pada wktu melapor aku diantar oleh pak Arka Art. wakil Administratur Perk. Pasir Yunghuhn. Aku tidak dengan isteri jadi hanya berdua dan ketiga sopir. Kesempatan ini digunakan untuk meninjau afdeling yang akan aku tempati termasuk rumah yang akan ditempati. Dari Pabrik menuju keselatan menuju kaki gunung Cikuray sebelah timur.Sepanjang jalan yang dilalui hanya tanaman teh melulu, sekalikali jurang dengan hutan2 nya, maklum kaki gunung Cikuray. Sampailah ke Emplasemen Cihurang. Karena sudah sore hari dan kabut sudah turun aku tidak lama ada di Emlasemen Cihurang. Ceritanya Emlasemen, tapi hanya ada beberapa rumah karyawan, kantor Afedeling, Penitipan Bayi. Belum ada rumah untuk Staf pada waktu itu, jadi saya
menghuni rumah bedeng untuk dua keluarga dijadikan satu rumah dan  belum ada penerangan listrik.
Pada bulan Agustus 1970 jadilah aku warga Perk. Dayeuhmanggung.Aku, isteri dan anakku yang pertama yang baru berumur  4 bulan menghuni Cihurang. Yang biasa bergelimang dengan cahaya listrik, maka di Cihurang cukup dengan cahaya Petromax. Alhamdulillah.
Di Perkebunan Dayeuhmanggung aku bersama lagi dengan teman 2 waktu di Pangalengan seperti Adang Abdurachman, teman waktu sama2 di Perk. Malabar dan sama2 di SMEA Tasikmalaya, Yos Budiman, Ilin Djafar sama2 waktu di Malabar,Maman Sopandi waktu di Perk. Pasir Yunghuhn. Staf2 yang lainnya N.P.Suryana, Ateng,Yana S Prihatna,U.Suherman, Kemon Sujadi, Atang Alamsyah, Dindin Syamsudin, maaf kalau ada yang tidak kesebut, maklum tos lami teuing. Dan Administraturnya adalah Pak Ezrin Mansur.
Dari afdeling Cihurang aku dipindahkan ke afdeling Nyampay. Kalau di Cihurang diwaktu malam aku keluar rumah, maka yang tampak hanyalah gelap dan gelap paling2 cahaya lampu teplok dari rumah2 karyawan, sedangkan waktu di Nyampay kalau aku buka gardeng jendela, maka dari jauh tampak lampu berkelap kelip pemandangan kota Garut. Dirumah tidak lama bergelap-gelap, achirnya diberi genset Honda 500 watt selain jadi terang benderang juga bisa pasang TV.Alhamdulillah. Beruntung sekali aku ditempatkan di Perkebunan dengan Administraturnya pak Ezrin Mansur dimana kelak pada waktu aku jadi Pimpinan Perkebunan banyak cara2 kepemimpinannya yang aku manfaatkan. Selain itu kedisiplinannya, kejujurannya dan cara menempatkan dirinya, dimana sebagai pimpinan, dimana sebagai bapak atau kakak,sebagai masyarakat biasa.Bila kurang menghayatinya dapat disalah tafsirkan, beliau galak, pemarah. Tapi bagiku sendiri aku punya prinsip, selama kita melaksanakan pekerjaan dengan benar,masa akan dimarahi. Beliau marah, berarti beliau memperhatikan kita dari pada dicuekin.Aya aya bae.
Pada waktu itu ada kebijaksanaan Direksi, dimana bagi Perkebunan yang arealnya luas selain Wakil Pimpinan/Employe Pertama ada Kepala Tanaman, nah, dari kebijaksanaan itu ada beberapa orang yang diangkat jadi Kepala Tanaman, termasuk aku, tapi dipindahkan ke Perkebunnan Kertamanah, bekas dua Perkebunan Cinyiruan dan Perkebunan Kertamanah dengan komoditi Kina dan Teh dan aku diangkat jadi Kepala Tanaman Teh. Alhamdulillah.
Justru di Perkebunan Dayeuhmanggung inilah aku merasa ditempa. Aku merasa diberi modal,bahwa aku mampu menduduki jabatan yang lebih tinggi. Kekompakan seluruh staf menjadikan Perkebunan Dayeuhmanggung dipromosikan oleh bapak Dirprod pada waktu itu Bapak Panji Natadikara, dipromosikan kepada perkebunan lainnya terutama perkebunan teh untuk melihat perkebunan Dayeuh manggung mulai dari produksi, mutu teh, harga jual teh,bidang pangkasan dan bidang petikan dan kebersihan kebun. Wah bukan main bangganya, hanya "ripuh" untuk mencapai itu tapi puas, jerih payah kami diperhatikan atasan yang paling tinggi.Latihan disiplin tiap hari harus menanda tangani absensi, kalau tidak pagi2;ngambil pupuk kalau musim meerrabuk " ya sore hari sambil mengecek produksi hari itu diteruskan kalau tidak bilyard ya main tenis, tapi dapat dibayangkan dari afdeling ke kantor/pabrik itu paling dekat 5 km dan paling jauh ada 10 km. Yang membanggakan bagi keluarga saya, selain saya dapat promosi ke Perkebunan Kertamanah, juga kaluarga saya bertambah 2 orang putra dan putri GA(rut)RRY GAR(rut)DA(yeuh)MA(nggung) dan yang putri GAR(rut)TI DA(yeuhmanggung) YAN(januari) TRI( nu katilu). Waktu ke Perkebunan Dayeuhmanggung membawa orok beureum  meninggalkan perkebunan Dayeuh manggung membawa 3 orang, kekayaan yang tiada taranya. Alhamdulillah. Perjalanan masih panjang, istirahat dulu sambil mengingat2.









.

Senin, 07 Oktober 2013

RASA AMAN HARAPAN KITA SEMUA!

Selama aku hidup ada beberapa gangguan keamanan yang mengganggu rasa aman. Aku mengalami ganguan keamanan pada masa penjajahan Belanda, tapi waktu itu masih masa kanak-kanak.Kata ayahku pada waktu itu gangguan keamanan karena memang pada waktu itu kita menghadapi penjajah Belanda. Para pejuang kita selalu berperang dengan Belanda, dimana ada pos tentara Belanda selalu diserang para pejuang.Lihat bule takut rasanya.Tapi karena aku anak kecil tidak tahu apa2 pada waktu itu ya cuek aja. Malah ngolok2 Bule mancung, bule pirang.Tapi bagi masyaratkat umumnya bule itu/Belanda adalah musuh yang harus dilawan, terjadi perlawanan oleh tentara baik secara terang2an melawan tentara belanda dan atau dengan perang gerilya. Para pemuda menyerang pos Belanda yang dijaga oleh soldadu Belanda setelah itu menghilang.Pada waktu masa Jepang aku tidak ingat sama sekali, hanya ayahku pernah bertempat tinggal di Cimindi, setelah itu ayahku dipindahkan ke Rajamandala. setelah itu baru pindah lagi ke Pameungpeuk dan di Pameungpeuk inilah aku mengenal tentara Belanda, karena kebetulan rumahku berdekatan dengan markas tentara Belanda. Dengan bermodalkan bapak dan ibuku bisa berbahasa Belanda dan bermain Bridge, maka kerap kali rumahku diadakan permainan bridge. Diruang tamu bermain brigde, tapi diruang belakang bersatu dengan dapur, para pemuda sedang mengatur siasat bagaimana untuk menyerang mereka, salah seorang diantara pemuda itu adalah Eben Hidayat dan sampai hayatnya beliau menjadi tentara dan pangkat terachir yang saya tahu Mayor Angkatan Darat. Untuk menghindari kecurigaan tentara Belanda, maka suatu waktu markas tentara diserang, termasuk rumahku......ditembak atapnya doangg.
Markas tentara Belanda adalah rumah saudara kakekku, biasa aku menyebutnya nini Haji berdampingan dengan Pos Polisi, sedangkan dibelakang markas tentara Belanda adalah rumah kakkekku yang dipakai oleh t entara Belanda hanya ini mah tentara Belanda Hideung.
Aku paling senang kalau sore hari pada waktu minum sore, aku biasanya diberi satu mug gede kalau tidak air kopi air coklat, kadang2 ada rotinya. Pada waktu itu bapakku perokok berat dan udud padudan alias ngisap cangklong. Sebulan sekali pasti oom Watimena (?) memberi bapakku kalau tidak rokok ya tembakau untuk cangklong. Oom Watimena pasti memanggilku dan dengan logat ambonnya dia berbicara : Ngkus, ini tabak buat papi!
Bandung Lautan Api dirasakan pula dampaknya, rasa tidak aman seperti dikejar-kejar  tentara Belanda dan achirnya harus mengungsi ke Ciganjeng, Nagrak, Lamajang, Pangalengan, Genteng dan achirnya berada di Selaawi, Pamoyanan, Pamorotan, Talegong di Garut Selatan. Pulang mengungsi rasa aman masih dihantui dengan peristiwa APRA. Pada waktu kejadian, ayahku sedang dinas ke Bandung dari Pameungpeuk. Bagaimana perasaan keluarga pada waktu itu. Biasanya kalau ke Bandung tidak terlalu lama, ini sampai sore hari belum pulang dan ahirnya membawa berita APRA mengamuk di Kota Bandung. Alhamdulillah ayah bisa kembali pulang selamat.Gangguan keamanan masih belum selesai tanda2 gangguan keamanan masih ada yaitu dari gerombolan DI/TII Katosuwiryo. Daerah Arjasari tidak aman, daerah Cibeureum, Cikembang tembus kedaerah Garut, demikian pula didaerah Pangalengan Gunung Cupu, Pasir Malang, Genteng tembus ke Daerah Garut. Pada waktu itu Gunung Kolotok, kaki Gunung Malabar dihujani dengan meriam dari alun2 Banjaran. Puncaknya keganasan DI/TII pada waktu aku sudah pindah di Ciamis. Terasa sekali gangguan keamanannya, Kantor Urusan Agama disamping Mesjid Agung Kota Ciamis di bakar. Padahal Kantor Urusan Agama itu ada ditengah-tengah kota Ciamis dikelilingi oleh Pendopo Kabupaten, Markas Polisi Militer, Markas Polri. Mencekam sekali pada waktu itu. Ayahku kalau malam tidak ada dirumah, tapi ikut patroli dengan tentara Zipur, karena ayahku diancam oleh DI, sehingga lebih aman bersama tentara dari pada dirumah.  Pasalnya ada mantan murid ayah yang menjadi gerombolan DI. Setelah operasi tentara ditingkatkan, barulah merasa aman, apalagi setelah tertangkap beberapa anggota DI.
Tidak banyak yang tahu, bahwa dulu pada waktu gerombolan DI/TII masih merajalela peran tentara besar sekali didalam menjaga keamanan.Dari Ciamis mau ke Bandung baik menggunakan suburban atau bus, maka untuk jurusan Bandung lewat Garut, mulai dari Singaparna sudah dikawal oleh tentara, demikian pula jurusan Bandung lewat Malangbong, mulai Ciawi sudah dikawal oleh tentara sampai Nagrek. Caranya beberapa kendaraan berangkat beriringan alias ngompoy didepan dan belakang konvoy dikawal oleh tentara.  Demikian pula yang menggunakan kereta api dikawal oleh tentara caranya didepan lokomotif dipasang dua gerbong kosong, biasanya gerbong untuk mengangkut batu disanalah tentara kita mengawal dengan persenjataan lengkap plus senjata bren. Alhamdulillah setelah ada pengawalan tidak ada kereta api yang terguling ataupun bus yang diberondong. Tapi rasa aman masih jauh dari harapan karena DI/TII masih merupakan pengganggu keamanan pada umumnya. Barulah setelah Kartosuwiryo ditangkap sedikit bernafas lega. Rasa aman cukup tinggi tidak ada rasa takut mau berpergian kemanapun,mau siang mau malam tidak masalah ......Aman! Tetapi rasa aman ini tidak terlalu lama dirasakan. Keamanan kembali terusik dengan adanya pencurian kulit kina. Rasa tidak aman ini sangat dirasakan bagi mereka yang bekerja diperkebunan, maupun kehutanan atau bagi mereka yang mempunyai tanaman kina. Setiap malam pencurian kulit kina atau sucsiruba/sulibra bukan satu dua pohon tapi satu blok kebun dicuri secara sadis, pohon itu cuma diambil kulitnya saja tinggallah batang2nya yang masih berdiri, tapi tanpa kulit, sungguh sangat mengerikan bagi seorang planters. Setiap malam kami harus berjaga.tapi apalah artinya kami ini karena dengan tangan hampa tanpa senjata, kalaupun ada hanyalah bedil panjang/LE, lebih sering macetnya dari pada ngabeledug, sedangkan mereka oknum2 pencuri lengkap dengan kendaraannya dan senjata otomatisnya AK buatan rusia tea. Seorang bukan satu tapi dua senjata , kiri kanan senjata persis kaya rambo. Jelas kami akan kalah dalam penampilanpun. Tapi achirnya dapat diselesaikan dengan Operasi militer diperkuat dengan panser segala. Rasa aman tidak berlangsung lama dikota copet2 mahabu, keluar kota penodongan disertai pembunuhan,perampokan tidak saja didesa juga dikota2. Rasanya tidak aman mau keluar rumah. Achirnya munculah petrus; penembak misterius, dan yang jadi sasaran adalah mereka2 yang meresahkan masyarakat tsb. Tiada aneh bila disuatu tempat ditemukan karung berisi mayat dan  biasanya diketahui bahwa mayat2 tsb. adalah mereka meresahkan masyarakat.  Sampai saat ini kami tidak tahu siapa itu petrus yang saya rasakan dengan adanya petrus timbul rasa aman.Lumayan beberapa tahun tidak ada rasa takut, mau pergi kemanapun baik siang atau malam. Bagaimana sekarang??? Silahkan rasakan sendiri! Saya yakin bapak Polisi sudah lebih tahu kondisi keamanan sekarang. Sewaktu-waktu boleh juga meminta bantuan bapak tentara hitung2 latihan menunggu perang. Pokoknya aman saja.Memang mahal untuk rasa aman itu.























Kamis, 15 November 2012

ANAKKU LAHIR DI PERKEBUNAN PASIR YUNGHUHN

Tidak lama aku di Perkebunan Purbasari hanya kurang dari 1 tahun dimutasi ke Perkebunan Pasir Yunghuhn.
Yang mengesankan dari Perkebunan Purbasari adalah aku mengahiri masa lajangku, aku menikahi mantan pacarku dan alhmdulillah pada waktu pindah ke Pasir Yunghuhn, isteriku bulan alaeun.Di Pasir Yunghuhn aku ditugaskan menjadi Kepala Pengolahan/Pabrik Pada waktu aku di Pasir Yunghuhn terjadi musibah tanah longsor yang menelan korban jiwa,  selang beberapa hari lahirlah anakku yang pertama, lahir di Rumah Sakit Pasir Yunghuhn.Perlu diketahui, bahwa untuk melayani kesehatan bagi karyawan Perkebunan dan warga Pangalengan ada Rumah Sakit yang dilola oleh Perusahaan. Dari Perkebunan Purbasari/Wanasuka ada jalan pintas lewat Cilaki kecil, makam umum dengan ciri kasnya pohon beringin yang besar,rindang menyeramkan juga dan ahirnya sampailah ke Pasir Yunghuhn.
Pasir Yunghuhn........rada aneh juga ya. Sebagai penghargaan kepada  Meneer Yunghuhn sebagai pelopor menanam kina/chinchona, ada pasir yang ditanam kina dijadikan kebun bibit kina. Meneer Yunghuhn yang makamnya ada di Lembang. Dengan perpindahan ini bertambah rekan kerja dengan atasanku sebagai Administraturnya bapak R.Dedeng A Sunarsa, dengan wakilnya bapak Arka Ardiwinata .Employe kebun ada Daman Soleh, Djafar Sukarna, Kepala Administrasi bapak Saman,Kepala Teknik Nasution dan banyak lagi pegawai2 bulanan yang sekarang sudah pada pensiun sebagai pegawai Staf.Kadang2 sudah pada lupa maklum sudah hampir 40 tahun.Yang asing dan aneh bagiku adalah merk dagang dari produk Perkebunan Pasir Yunghuhn, dimana Perkebunan yang lainnya merk dagang sama dengan nama Perkebunannya. Perkebunan Malabar merk dagangnya MALABAR, sedangkan Perkebunan Pasir Yunghuhn merk dagangnya adalah WALANDA. Entah bagaimna bisa demikian tapi yang saya tahu sebelum diambil alih Perkebunan Pasir Yunghuhn adalah milik Pemerintah Belanda seperti juga Perkebunan Cinyiruan yang biasa disebun PPN Lama dan PPN Baru adalah Perkebunan Swasta yang diambil alih. Untuk mengenang pamarentahan Walanda, panginten. Bekerja di Pengolahan /Pabrik harus siap phisik,jaga kesehatan, karena hampir setiap saat ada kegiatan mulai dari menerima pucuk basah dari kebun, meber, melayukan, turun layu, menggiling, mengeringkan, memilih/sortasi,mengepak sampai diangkut.Biasanya pukul 02.00 sudah mulai menurunkan pucuk layu . Bayangkan orang2 sedang nyenyak2 tidur kita sudah sibuk di Pabrik. Enyoj aja dah! Habis sudah bakat........bakat ku butuh. Pembangkit listrik untuk keperluan pengolahan menggunakan tenga uap dari ketel uap.Ada kebiasaan setiap jam 04.30 sirene/hatong dibunyikan, selain untuk membangunkan para karyawan juga suka dijadikan patokan bagi masyarakat sekitar perkebunan untuk memulai kegiatan, baik yang bertani atau yang belanja ke pasar Pangalengan. Suara sirine ini cukup keras dan dapat terdengar sekeliling perkebunan.Pada suatu hari untuk beberapa hari aku bunyikan sirene itu pada pukul 03.30. Semua orang pada ribut, kok masih malam, padahal sirine sudah berbunyi.........bukan kesiangan,tapi kepagian. Karena banyak yang protes, ahirnya pimpinan turun tangan dan menanyakan kepada saya. Supaya tahu saja, kalau sirine sudah berbunyi artinya saya sudah ada di Pabrik. Ada2 saja ! Achirnya sirine dibunyikan seperti biasa lagi pukul 04.30. Hapunten kulan! Tidak lama aku bekerja di pengolahan perkebunan Pasir Yunghuhn, gara2 longsor Pabrik Pasir Yunghuhn ditutup, akibatnya saya sebagai kepala Pengolahan dimutasi ke Perkebunan Dayeuh Manggung jadi Kepala Bagian Kebun.










Kamis, 08 November 2012

HAI!JUMPA LAGI

Alhamdulillah, setelah hampir lebih dari satu tahun tidak muncul diudara, tidak berkelana didunia maya , maka pada hari ini aku bisa berkomunikasi lagi. Banyak alasan. Komputernya rusak, ada juga laptop juga sudah rusak dan yang paling penting modemnya ...........langganannya belum dibayar. Nunggu donatur dari anak2 tidak kunjung datang, Tapi alhamdulillah mantu anakku yang bungsu yang baru nikah memberi hadiah perkawinan mereka dengan dirumah dipasangi lagi modem. Thank,s. Permohonan maaf komentar2 yang belum saya jawab, Insya allah. sambil mengisi waktu, menunggu waktu,menunggu cucu, sambil moyan diteras moe tonggong akan saya jawab.Sabar saja ya! Memang beberapa bulan kebelakang saya disibuki, dimintai tolong oleh saudara untuk mencari tanah perkebunan untuk ditanami dengan aneka tanaman .peternakan dan vila untuk istirahat total jauh dari kebisingan dan jauh dari sentuhan 2 modern......back to nature. Tapi gagal Tempatnya sudah ada dan cocok, tapi ada masalah dengan hak kepemilikannya. HGU perlu diperpanjang tapi sudah dianggunakan ke Bank. Kok bisa ya?Dan yang paling sibuk adalah menijadi MC.Pagi2 antarkan dan siang hari menjemputnya. Mana tiap hari dua orang...........Momong Cucu.

Kamis, 30 Juni 2011

Mutasi antar Perkebunan

Mutasi bagi saya sebagai karyawan adalah hal yang biasa. Banyak alasan yang diberikan bila memindahkan seseorang dan alasan yang baku adalah tour of duty. Bagiku dimana saja sama saja, selama masih di perkebunan teh, yang beda cuma tempatnya saja, sedangkan soal pekerjaan ya sama saja.Mutasi pertamaku adalah mutasi dari Perkebunan Malabar ke Perkebunan Purbasari. Saya ditempatkan di Afdeling Cisero, menggantikan Employe Cisero yang dipensiun. Perkebunan Purbasari berbatasan dengan Perkebunan Malabar, masih saampar samak, hanya terpisah oleh dangdang dan sungai Cilaki. Apa salahku? Biasanya pertanyaan itulah yang ditanyakan bila seseorang dipindahkan. Demikian pula bagiku, walaupun aku menyadari, bahwa pasti aku punya kesalahan,walaupun aku yakin kesalahanku bukan korupsi, tetapi karena idealisku, aku masih muda, masih bujangan, belum banyak pertimbangan kalau ada yang tidak cocok dengan nuraniku aku menentangnya walupun kepada atasan, sedangkan kondisi pada waktu itu menentang atasan tahu risikonya, tidak naik jabatan, tidak naik pangkat dan dimutasi paling parah dikeluarkan. Tapi aku yakin aku telah bekerja baik, jadi mungkin aku sudah lama di Perkebunan Malabar hampir 6 tahun. Pimpinanku yang baru benar2 seorang pekerja yang ulet. Beliaulah mungkin satusatunya yang menjabat pimpinan karirnya dimulai masih dipimpin oleh Belanda dari karyawan yang paling rendah. Dengan keuletannya sehingga telah diambil alihpun beliau masih menjabat pimpinan tertinggi di Perkebunan. Masih banyak teman2nya yang masih jadi karyawan biasa. Aku berguru dengan keuletan dan kesabarannya dan kebijaksanaannya. Semoga amal perbuatannya beliau diterima disisi Allah swt karena beliau telah lama meninggal. Terima kasih pa Danu Atmaja. Tidak lama aku berada di Perkebunan Purbasari, cuma 1 tahun, tapi aku sangat berkesan, karena waktu aku bekerja di Perkebunan Purbasari di Afdeling Cisero aku menikah dengan isteriku yang sekarang. Tidak banyak yang dapt kuceritakan di Perkebunan Purbasari. Karena perumahan staf sedang dipersiapkan untuk Kepala Afdelling, maka untuk sementara aku tinggal diperumahan karyawan. Aku mandi dipemandian umum atau di pancuran dimata air jalan ke Pabrik itupun kalau subuh2, kalau mandi sore ikut nebeng dirumah Kepala Tehnik, sengaja sore2, karena habis mandi ditawari makan bersama. Terima kasih kang Asep Ruhiat. Karena mutasi ini temanpun bertambah, malh kadang bertemu lagi dengan teman yang sudah lebih dahulu pindah. Bertemu lagi dengan pak Agum Sasmita yang jadi wakil Pimpinan, ketemu dengan kang Asep ruhiat yang jadi Kepala Tehnik, ada kang Solih Winata, Kepala Pengolahan, Pak Komami, Kepala Adminitrasi, ada Karmawan, Arifin Maryun,Subagio, Ridwan Gandhana, Muksin dan yang lainnya yang sudah lupa lagi. Semoga yang sudah meninggal diterima segala amal perbuatannya dan yang sedang sakit diberikan yang terbaik dan yang masih sehat, semoga diberikan panjang umur dan sehat. Amin